TRIBUNNEWSWIKI.COM - Lafran Pane merupakan pahlawan nasional yang lahir di Padang Sidempuan, 5 Februari 1922.
Lafran Pane meninggal pada 25 Januari 1991.
Lafran Pane merupakan pendiri organisasi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).
HMI merupakan organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia.
Menurut sejarah Universitas Gadjah Mada, Lafran Pane merupakan mahasiswa-mahasiswa pertama yang mendapatkan gelar sarjana yakni pada 26 Januari 1953.
Lafran Pane merupakan sarjana Ilmu Politik yang pertama di Indonesia. (1)
Lafran Pane merupakan anak keenam dari keluarga Sutan Panguraban Pane.
Lafran Pane merupakan anak bungsu keenam dari enam bersaudara yakni Nyonya Tarib, Sanusi Pane, Armijn Pane, Nyonya Bahari Siregar, Nyonya Hanifiah, Lafran Pane. (2)
Pendidikan #
Lafran Pane memulai pendidikan sekolah di Pesantren Muhammadiyah Sipirok.
Lafran Pane mengalami perpindahan sekolah berulang kali hingga Lafran Pane meneruskan pendidikan di kelas 7 di HIS Muhammadiyah.
Baca: 17 AGUSTUS - Pertempuran Medan Area
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Teuku Nyak Arif
Lafran Pane lalu melanjutkan pendidikan ke STI yang merupakan Sekolah Tinggi Islam.
Kemudian ketika Ibu kota Indonesia pindah ke Yogyakarta, Sekolah Tinggi Islam (STI) yang semula berada di Jakarta juga berpindah ke Yogyakarta.
Wawasan dan intelektual Lafran Pane berkembang pesat pada saat Lafran Pane melanjutkan pendidikan di dunia perkuliahan.
Pada saat itu Lafran Pane menyukai membaca buku-buku Islam.
Kemudian sebelum tamat dari STI, Lafran Pane pindah dan melanjutkan pendidikan di Akademi Ilmu Politik (AIP) pada April 1948.
AIP merupakan Universitas Gadjah Mada.
Universitas Gadjah Mada merupakan perguruan tinggi yang terdiri dari gabungan beberapa sekolah yakni Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, Sekolah Tinggi Teknik, dan Akademi Ilmu Politik.
Kemudian Lafran Pane merupakan mahasiswa yang pertama kali lulus dari Universitas Gadjah Mada. (2)
Pendiri HMI #
Lafran Pane diberikan penghargaan karena Lafran Pane berhasil mendirikan kelahiran HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).
HMI berperan aktif untuk menyiapkan kader bahkan pemimpin umat dan bangsa.
Lafran Pane tumbuh secara besar dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Anugerah Kepahlawanan yang diberikan kepada Lafran Pane didasarikarena perjuangan Lafran Pane mendirikan HMI patut dihargai.
Lafran Pane tidak hanya mendirikan HMI, namun Lafran Pane juga sebagai pemudai yang memicu proklamasi.
Saidi (1989: 227) menyatakan, apabila sejarawan Nugroho Notosusanto mengidentifikasi terdapat empat kelompok yang berperan penting pada saat proklamasi Indonesia.
Lafren Pane juga termasuk kelompok keempat.
Kelompok keempat yakni kelompok kaum muda yang beragam dan bermarkas di Menteng Raya 31.
Kejenius Lafren Pane dalam membesarkan HMI terlihat ketika Lafren Pane mundur dari ketua umum dan memilih jadi Wakil Ketua Umum.
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: I Gusti Ketut Jelantik
Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Pajongga Daeng Ngalle
Pada saat itu, Ketua Umum HMI yakni Mohammad Syafa’at (M.S) Mintaredja dari Universitas Gajah Mada (UGM) (Satria, 2011: 60-61).
Terpilihnya M.S. Mintaredja menjadi langkah awal memperbesar HMI di kampus umum (non-keislaman). (3)
Pekerjaan #
1. Direktur Kursus B I dan B II Negeri Yogyakarta yang diselenggarakan
2. Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, dan Kemudian menjadi Fakultas
3. Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Gajah Mada (UGM)
4. Fakultas Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Gajah Mada UGM dengan Institut Pendidikan Guru (IPG) dilebur menjadi Institut Keguruan & Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta, kini Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
5. Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FKIS) IKIP Yogyakarta.
6. Dosen Fakultas Sosial dan politik Universitas Gajah Mada (UGM), dosen
7. Universitas Islam Indonesia (UII), dosen Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
8. Dosen Akademi Tabligh Muhammadiyah (ATM), Kemudian menjadi FIAD Muhammadiyah, kini Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
9. Dosen IAIN Sunan Kalijaga Yogykarta (sekarang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN)), hingga terjadi peristiwa 10 Oktober 1963.
10. Dosen di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Guru Besar Ilmu Tata Negara
11. Lafran Pane dianggat menjadi guru besar (profesor) dalam mata kuliah Ilmu Tata Negara (1966) (4)
Karya
- Keadaan dan Kemungkinan Kebudayaan Islam di Indonesia
- Wewenang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
- Kedudukan Dekret Presiden
- Kedudukan Presiden
- Kedudukan Luar Biasa Presiden
- Kedudukan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)
- Tujuan Negara
- Kembali ke Undang-undang Dasar 1945
- Memurnikan Pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945
- Memurnikan Pelaksanaan Undang-undang Dasar 1945
- Perubahan Konstitusional
- Menggugat Eksistensi HMI (2)
Penghargaan #
Lafran Pane mendapatkan penghargaan pahlawan nasional dari Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tanggal 6 November 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. (2)
| Nama | Lafran Pane |
|---|
| Lahir | Padang Sidempuan, 5 Februari 1922 |
|---|
| Meninggal | 25 Januari 1991 |
|---|
| Pendiri | HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) |
|---|
| Penghargaan | Pahlawan Nasional |
|---|
| Keluarga | Sutan Panguraban Pane |
|---|
| Saudara | Nyonya Tarib |
|---|
| Sanusi Pane |
| Armijn Pane |
| Nyonya Bahari Siregar |
| Nyonya Hanifiah |
Sumber :
1. www.biografiku.com
2. biografi-tokoh-ternama.blogspot.com
3. www.history.id
4. makassar.tribunnews.com