Kasus Fetish Kain Jarik Mahasiswa Unair, Psikolog Sebut Pelaku Miliki 3 Gangguan Sekaligus

"Fetish sangat banyak ragamnya. Inti fetish adalah bagaimana seseorang bisa mengalami keterangsangan seksual dengan objek-objek yang tak lazim,"


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg
Tribun Lampung
Ilustrasi pelecehan seksual


"Fetish sangat banyak ragamnya. Inti fetish adalah bagaimana seseorang bisa mengalami keterangsangan seksual dengan objek-objek yang tak lazim,"

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual berkedok riset yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga, Surabaya berinisial G menuai perhatian.

G diduga mengalami kelainan seksual fetish atau perilaku seseorang yang mendapat kesenangan dari respons objek yang seringkali tak mengandung unsur seksual.

Untuk diketahui, kasus fetish kain jarik ini menjadi viral di media sosial setelah muncul cuitan dari akun Twitter @m_fikris, yang diduga korban G.

Akun tersebut menuliskan sebuah cuitan berjudul 'Predator " Fetish Kain Jarik" Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY.

Di unggahannya, akun itu bercerita jika G memaksa lawan bicaranya untuk membungkus seluruh tubuhnya dengan kain jarik setelah sebelumnya kaki, tangan, mata, serta telinga ditutup menggunakan lakban.

Saat ini kasus tersebut telah menjadi perhatian pihak Unair.

Baca: Unair Ambil Tindakan Tegas terhadap Gilang, Mahasiswa dengan Fetish Jarik yang Viral di Media Sosial

Baca: Kasus Fetish Jarik Viral, Korban Mengaku Jijik dan Berharap Pelaku G Segera Mendapat Hukuman

Universitas Airlangga ( Unair) Surabaya menerima 15 aduan melalui help center yang dibuka terkait kasus pelecehan seksual "fetish" jarik berkedok riset oleh mahasiswa berinisial G.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut," ujar Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo di Surabaya dilansir dari Kompas.

Kendati demikian, pihak Unair mengaku masih kesulitan menggali data dikarenakan rata-rata korban enggan membuka identitas mereka.

"Tetapi agak sumir karena 15 orang yang melapor melalui daring tidak menyebutkan siapa namanya. Mereka hanya menyebut bahwa pernah dihubungi dengan cara seperti ini. Kalimatnya mengajak dengan alasan riset, tapi korban menolak," jelas Suko Widodo.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved