TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kelompok Syiah Lebanon, Hizbullah membantah pasukannya terlibat kontak senjata di perbatasan area pertanian Shebaa yang menjadi sengketa Israel-Lebanon.
Pernyataan organisasi yang mendapat dukungan Iran ini dikeluarkan setelah seorang jubir militer Israel mengklaim pasukannya telah 'menggagalkan upaya infiltasi pasukan Hizbullah' yang melintasi perbatasan.
Hal itu dibantah Hizbullah dengan menolak adanya anggapan pasukannya menyusup ke perbatasan.
Kelompok berbendera kuning ini menyebut insiden Senin (27/7) hanya 'satu-pihak'.
Mereka menyebut Israel 'gugup' dalam kondisi siaga mereka di area sengketa.
Bantahan
Hizbullah, yang terakhir berperang dengan Israel pada tahun 2006, membantah bahwa pasukannya mencoba untuk menyeberangi perbatasan.
"Tidak ada bentrokan atau tembakan dari kami dalam acara hari ini," kata Hizbullah, dalam sebuah pernyataan.
"Balasan kami atas wafatnya Ali Kamel (Mohsen) ... pasti akan datang," katanya, merujuk pada pejuang yang tewas di Suriah.
Namun demikian, kepada Reuters, Senin (27/7/2020), sebuah sumber mengungkapkan adanya campur tangan Hizbullah saat terjadinya bentrok dengan Israel.
Baca: Kontak Senjata Militer Israel dan Hizbullah Lebanon di Perbatasan, Terdengar Serangkaian Ledakan
Menurutnya, insiden ini muncul buntut terbunuhnya anggota mereka dalam serangan Israel di Suriah.
Sumber ini mengatakan, Hizbullah telah menembakkan peluru kendali ke sebuah tank Israel.
Buntut tewasnya dua anggota Hizbullah di Damaskus Agustus lalu, Nasrallah bersumpah untuk membalas jika Israel membunuh lagi para pejuangnya di Suriah.
Namun wakil ketua kelompok itu mengatakan perang habis-habisan dengan Israel adalah hal mustahil
Sebagai informasi, para pejuang Hezbollah dikerahkan di Suriah atas dukungan Iran dalam mendukung Presiden Bashar al-Assad.
Israel melihat kehadiran Hizbullah dan Iran di Suriah sebagai ancaman strategis.
Respons PM Israel
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa setiap serangan dari wilayah Lebanon akan mendapat balasan, Senin (27/7/2020).
"Hizbullah harusnya tahu saat ini sedang bermain dengan api," katanya dalam sebuah pidato di televisi dari markas Kementerian Pertahanan Israel di Tel Aviv, diwartakan Reuters, Senin (27/7/2020)
Adapun kontak senjata dikonfirmasi militer Israel terjadi di kawasan tersebut.
Baca: PM Israel Benjamin Netanyahu Peringatkan Balasan untuk Hizbullah Lebanon