TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sedang terjadi kontak senjata antara militer Israel dengan pasukan Hizbullah di perbatasan Lebanon, di sekitar area Gunung Dov.
Menurut pernyataan militer Israel, diketahui kelompok ini melakukan operasi di daerah Shebaa Farms, sebuah wilayah sengketa kedua negara tersebut.
Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan yang dikeluarkan dari organisasi Hizbullah Lebanon.
Laporan militer Israel menyebutkan bahwa 'pertempuran sedang berlangsung.'
Serangkaian ledakan terdengar di daerah tersebut, lapor televisi N12 TV News.
"Menyusul (adanya) kontak senjata di daerah tersebut, masyarakat diminta tetap di rumah. Segala jenis kegiatan di daerah terbuka sepenuhnya dilarang," tulis pernyataan militer Israel, dilansir Reuters, Senin (27/7/2020).
Baca: Serangan Udara Israel ke Damaskus Suriah: 5 Orang Tewas, 4 Terluka
Kepada Reuters, seorang saksi mata menyebut mendengar lusinan peluru ditembakkan di wilayah pertanian Shebaa.
Ia juga menyaksikan ada kobaran api dan asap di wilayah tersebut.
Sementara itu, sebuah sumber dari Lebanon menyebut bahwa serangan ini merupakan balasan atas kematian sejumlah pejuang Hizbullah dalam serangan Israel di Damaskus, Senin (20/7).
"Lebanon dan Hizbullah akan memikul tanggungjawab atas serangan ini," kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam siaran pers, tak lama setelah kabar kontak senjata tersebut.
Pernyataan Balas Dendam
Diwartakan sebelumnya, sejumlah akun media sosial yang berkaitan dengan gerakan Hizbullah membuat pernyataan dengan nada ancaman balas dendam terhadap Israel.
Dipantau oleh Jerussalem Post, Selasa (21/7/2020), ratusan akun bergambar martir tersebut sedang berkabung berkat terbunuhnya anggota mereka di Suriah.
Sebuah akun di media sosial memperlihatkan para anggota Hizbullah mengendarai mobil -sebuah ikonik yang umum-, dan dilaporkan menuju ke Kubah Batu, Yerusallem.
Lebih jauh lagi, banyak akun terlihat mengutip ayat keagamaan pada momen duka atas kepergian anggota mereka, Ali Kamel Mohsin, mengutuk Israel dan mengucapkan pernyataan bernada ancaman balas dendam.
Sementara itu, media Al-Mayadeen -sebuah media pro-Hizbullah- menyebut Israel takut akan pembalasan.
Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah melaporkan bahwa Israel sedang melakukan pengawasan.
Baca: Serangan Udara Israel ke Damaskus Suriah: 5 Orang Tewas, 4 Terluka
Adapun Hizbullah turut memonitor media Israel, dan melalui medianya meminta agar negara tersebut bersiap.
"Jika darah dari martir membangunkan tidur kami, maka satu keyakinan kami bahwa akan datang kesempatan untuk membalas," kata sebuah pengguna media sosial.
Para pejuang Hizbullah merupakan satu di antara korban tewas dalam serangan Israel di Suriah.