Kontak Senjata Militer Israel dan Hizbullah Lebanon di Perbatasan, Terdengar Serangkaian Ledakan

Seorang saksi mata menyebut mendengar lusinan peluru ditembakkan di wilayah pertanian Shebaa.


zoom-inlihat foto
kontak-senjata-militer-israel-dan-hizbullah-lebanon.jpg
JALAA MAREY / AFP
Kendaraan lapis baja dikerahkan di perbatasan Israel-Lebanon pada 27 Juli 2020. Militer Israel mengatakan pada hari sebelumnya salah satu dronenya telah jatuh di wilayah Lebanon. Israel secara teratur menyebarkan pesawat tak berawak ke Lebanon, khususnya untuk memantau pergerakan kelompok bersenjata pro-Iran, Hizbullah, musuh bebuyutan negara Yahudi itu dan diklaim menjadi pemberontak dalam politik Lebanon.


Dalam setahun belakangan, beberapa kali Israel menyerang Suriah menggunakan pesawat tanpa awak.

Tewasnya Seorang Pejuang Hizbullah

Seorang pejuang Hizbullah tewas oleh serangan udara yang dilakukan Israel di dekat bandara Damaskus, Suriah.

Baca: Sempat Menolak Bantuan Asing, Gerakan Hizbullah di Lebanon Akhirnya Sepakat Pinjam Dana ke IMF

Sayyid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah.
Sayyid Hassan Nasrallah, Sekretaris Jenderal Hizbullah. (Wikimedia)

Korban bernama Ali Kamel Mohsen yang berasal dari wilayah selatan Lebanon.

Menurut sebuah sumber dari Hizbullah, kematiannya dianggap syahid lantaran berjuang untuk agama, dilansir Reuters, Rabu (22/7/2020).

Hizbullah, sebuah organisasi politik dan paramiliter kelompok Syiah sempat mengancam akan ada pembalasan di kemudian hari buntut terbunuhnya anggota mereka di Suriah.

Organisasi Hizbullah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel, Kanada, dan Australia.

Sementara Iran aktif mendukung organisasi ini untuk melawan pengaruh barat di timur tengah.

Baca: Sempat Menolak Bantuan Asing, Gerakan Hizbullah di Lebanon Akhirnya Sepakat Pinjam Dana ke IMF

Asap mengepul menyusul serangan udara Israel yang menargetkan wilayah selatan ibukota Damaskus, pada 20 Juli 2020. Serangan Israel di ibukota Suriah ini melukai tujuh tentara Suriah, lapor media pemerintah.
Asap mengepul menyusul serangan udara Israel yang menargetkan wilayah selatan ibukota Damaskus, pada 20 Juli 2020. Serangan Israel di ibukota Suriah ini melukai tujuh tentara Suriah, lapor media pemerintah. (STR / AFP)

Serangan Udara di Israel

Setidaknya lima orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan Israel di dekat Damaskus, Suriah, dilaporkan Jerussalem Post, Selasa (21/7/2020).

Lima orang yang tewas adalah anggota militan pro-Iran.

Belum diketahui apakah militan Iran ini bagian dari warga Iran ataupun dari kelompok Hizbullah, Lebanon.

Namun, dipastikan korban bukan warga kebangsaan Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).

Sementara itu, kantor berita pemerintah Suriah (SANA) menyebut bahwa berkat serangan ini, tujuh tentara Suriah ikut terluka.

Dikonfirmasi SOHR, para prajurit ini adalah Angkatan Pertahanan Udara Suriah.

Baca: Pemimpin Hamas, Khaled Mashal: Malaysia Tegas dalam Konflik Palestina-Israel di Kancah Internasional

Dua diantaranya dikabarkan dalam kondisi serius.

Diketahui sistem pertahanan udara Suriah telah diaktifkan pada Senin (20/7/2020) setelah pesawat Israel meluncurkan rudal ke wilayah selatan Damaskus dari Dataran Tinggi Golan, lapor SANA.

"Israel menargetkan markas amunisi (milik Iran)," kata Zaid al Reys, seorang analis Suriah yang mengacu pada sumber lapangan.

Sementara itu, pertahanan udara Suriah dilaporkan ikut menangkis datangnya rudal Israel di beberapa wilayah seperti; As-Suwayda, Izraa, dan Quneitra, menurut SOHR.

Lebih jauh lagi, sebuah rudal pertahanan udara Suriah dilaporkan jatuh dan terbakar di Yordania utara saat menangkis serangan tersebut.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved