Bahkan, setelah pemerintah memberlakukan perintah jarak sosial.
Perlu diketahui, mengacu pada model ini, apabila masyarakat terlambat sadar dari perilaku ini, bahkan cenderung mengabaikan, dan tidak merubah perilaku, maka kasus infeksi akan terus meningkat.
"Secara praktis, ini berarti bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menyebabkan wabah besar di negara yang 90 persen populasi masyarakatnya mengadopsi cuci tangan dan jarak sosial yang berkhasiat 25 persen," terang peneliti.
Bahkan jarak sosial yang ditentukan sendiri, kontak dengan orang lain mungkin tidak sepenuhnya dihilangkan.
Sebagai contoh, orang yang hidup bersama akan saling berinteraksi.
Hal ini meningkatkan kemungkinan seseorang jatuh sakit.
Baca: Ini Alasan Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac dari China Diuji Klinis Fase 3 di Indonesia
Baca: Ridwan Kamil dan Ganjar Jadi Kepala Daerah Terbaik Tangani Covid-19 menurut Survei Charta Politika
Sehingga wabah kecil masih mungkin terjadi.
Bukan hanya itu saja, perlu ditekankan mengenai upaya meningkatkan kesadaran tentang peran penting dari menjaga jarak, mencuci tangan serta mengenakan masker dalam mengendalikan epidemi saat ini.
Meskipun begitu, model ini tidak berlaku demografi, dan tidak menjelaskan isolasi yang tidak sempurna dari orang yang sakit Covid-19.
Hal ini berarti mereka bisa menginfeksi orang lain yang merawat mereka, baik di rumah sakit ataupun saat di rumah.
Kemudian, batasan dari model ini pun juga tidak menjelaskan tentang kemungkinan potensi infeksi ulang virus corona ini.
Baca: Kasus Terkonfirmasi Pertama di Dunia, Bayi Terinfeksi Virus Corona Langsung dari Rahim
Perlu diketahui, bahkan belum lama ini para pemimpin kesehatan masyarakat Amerika sudah menggalakkan sentimen penelitian ini.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Robert Redfield mengatakan, apabila semua orang menggunakan masker selama waktu tertentu penularan viirus akan berhenti.
"Jika kita semua mengenakan masker wajah untuk empat, enam, delapan, hingga 12 minggu ke depan, di seluruh negara, penularan virus ini akan berhenti," kata Dr. Robert Redfield.
Bahkan seorang anggota gugus tugas Coronavirus Gedung Putih, Laksamana Brett Giroir mengamini hal yang sama, tentang masker dan jarak fisik bisa cepat menghentikan penyebaran infeksi virus.
"Fakta-fakta sederhana ini benar-benar dapat mematikan wabah (Covid-19) tanpa benar-benar mematikan daerah Anda," terang Giroir.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka)