TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona baru atau Covid-19 masih menjadi musuh utama dunia kesehatan saat ini.
Bahkan total kasus di seluruh dunia sudah menginjak angka 15,4 juta jiwa terinfeksi virus ini.
Dilansir Tribunnewswiki dari Worldometer, total kematian yang disebabkan Covid-19 sudah 631.173 per Kamis (23/7) malam
Pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 9.3921.763 orang.
Virus yang awal mulanya ditemukan di Wuhan, china ini sampai saat ini sudah menginfeksi 215 negara di dunia.
Bahkan di Indonesia pun, data terakhir (Kamis, 23/7) menyatakan terdapat 93.657 kasus Covid-19 di penjuru negeri.
Baca: Jerinx SID Siap Mati Buktikan Corona, Gugus Tugas Covid-19 Riau: Lakukan Hal Positif, Jangan Takabur
Baca: Virus Corona Bisa Menular di Ruangan AC, Bioskop Disarankan Tak Dibuka Kembali pada 29 Juli 2020
Dengan penambahan kasus baru sebanyak 1.906 pasien.
Total pasien sembuh di Tanaha Air sebanyak 52.164 orang, sementara jumlah kematiannya mencapai angka 4.576 jiwa.
Penularan virus corona makin meluas.
Penyebaran ini diakibatkan sikap abai sebagian masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Baca: Benarkah Nyamuk Bisa Tularkan Virus Corona dari Satu Orang ke Orang Lain? Begini Jawaban Ahli
Dilansir Tribunnewswiki dari jurnal PLoS Medicine via CNN, terdapat 3 perilku sederhana yang dinilai bisa menghentikanpandemi Covid-19.
Baca: Dibandingkan Laki-Laki, Pemimpin Perempuan Disebut Lebih Baik dalam Menangani Covid-19
Tiga perilaku sederhana tersebut adalah:
- Mencuci tangan secara teraptur
- Mengenakan masker wajah
- Menjaga jarak sosial atau jarak fisik ( physical distancing) satu sama lain
Masih dalam penelitian yang sama, menjelaskan dengan menciptakan model baru untuk melihat penyebaran penyakit dan upaya pencegahan yang dapat membantu menghentikan pandemi global ini.
Berdasarkan pada pernyataan para peneliti di University Medical Center Utrecht, tingkat kontak dalam penelitian ini didasarkan pada interaksi orang-orang di Belanda.
Akan tetapi, model ini diklaim sesuai untuk diadopsi di negara-negara Barat lainnya.
"Epidemi besar dapat dicegah jika kemanjuran dari tindakan ini dapat melebihi 50 persen," ungkpa peneliti.
Studi satu ini menemukan, apabila pemerintah bisa lebih awal menutup, namun tidak ada yang mengambil langkah-langkah perlindungan pribadi tambahan, ini akan menunda tapi tidak mengurangi puncak kasus.
Para penulis mengungkapkan, pemerintah harus memberikan sosialisasi pada khlayak ramai mengenai bagaimana virus menyebar.
Baca: Banyak Dokter Jakarta Minat, Ternyata Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 hanya untuk Warga Bandung
Peneliti mengatakan, intervensi dalam tiga bulan akan menunda puncaknya, paling banyak sampai tujuh bulan.
Apabila protokol kesehatan jarak fisik (physical distancing) dipaksakan pemerintah dikombinasikan dengan kesadaran penyakit dan upaya pribadi, maka tingginya puncak bisa dikurangi.