Istilah ODP, PDP, dan OTG pada Kasus Covid-19 Resmi Dicoret Menkes Terawan, Apa Gantinya?

Menkes Terawan resmi ganti istilah pada kasus Covid-19 seperti ODP, PDP, OTG. Apa gantinya dan bagaimana definisi penyebutan baru tersebut?


zoom-inlihat foto
terawan1.jpg
Kompas.com
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). Menkes Terawan resmi ganti istilah pada kasus Covid-19 seperti ODP, PDP, OTG. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto resmi ganti beberapa istilah yang digunakan dalam penanganan Covid-19.

Istilah yang dihapus tersebut adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) untuk pasien Covid-19.

Penggantian tercantum dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Keputusan tersebut seperti yang diberitakan oleh Kompas TV telah ditandatangani Menkes Terawan pada Senin, (13/7/2020) lalu.

Lalu, bagaimana sebutan pengganti untuk ODP, PDP, dan OTG?

ODP kini berubah istilahnya menjadi Kontak Erat, dan PDP menjadi Kasus Suspek.

Sedangkan OTG akan disebut sebagai Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala (Asimptomatik).

Berikut rincian definisi operasional baru untuk kasus Covid-19 menurut Kepmenkes:

Baca: Ratas Covid-19 Berlangsung Tegang, Jokowi Tolak Dengarkan Laporan Menterinya: Tolong, Tidak Usah

Baca: Banyak Masyarakat Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Pemerintah Siapkan Aturan dan Sanksi Tegas

1. Kasus Suspek atau sebelumnya disebut PDP

Definisi kasus suspek apabila memiliki kategori sebagai berikut:

a. orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,

b. orang dengan salah satu gejala/tanda Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu:

  • demam (> 38 derajat celcius) atau riwayat demam;
  • dan disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak napas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat,

c. orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19, dan

d. orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

2. Kasus Probable

Adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium real time PCR.

3. Kasus Konfirmasi

Adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium real time.

Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2, yaitu:

a. kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik), dan





Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved