Setelah Diboikot oleh Otoritas AS dan India, Pelarangan Menggunakan TikTok Kini Semakin Meluas

Aplikasi populer berbagi video asal China, TikTok kini mulai menghadapi resistensi dari berbagai negara dan entitas bisnis dunia.


zoom-inlihat foto
tiktok-hengkang-dari-hong-kong.jpg
Pixabay, aperturetours.com
Ilustrasi pelarangan aplikasi TikTok.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aplikasi berbagi video asal China, TikTok kini menjadi salah satu platform sosial media paling digandrungi.

TikTok sangat digemari anak-anak dan remaja masa kini.

Bahkan, popularitas TikTok membuat banyak orang dewasa ikut menggunakan platform besutan ByteDance ini.

Namun, TikTok kini ikut dalam pusaran perpolitikan dunia yang melibatkan China.

Beberapa negara yang berkonflik dengan China mulai melarang penggunaan aplikasi tersebut.

Negara yang mengawali pelarangan TikTok adalah Amerika Serikat (AS) dan India.

Baca: China Terbitkan UU Keamanan Nasional Baru, TikTok Memilih Hengkang dari Hong Kong: Hanya Pasar Kecil

Baca: TikTok Beri Jaminan Setelah Aplikasinya Dilarang India: Kami Tak Bagikan Informasi Ke China

Alasan di balik penolakan itu karena menyangkut masalah privasi dan keamanan nasional.

Di AS misalnya, seruan untuk menghapus aplikasi TikTok tidak hanya datang dari pejabat pemerintah, tetapi perusahaan besar juga sudah mulai resah dengan kehadiran aplikasi itu.

Raksasa e-commerce AS Amazon.com pada Jumat lalu (10/7/2020) sempat menginstruksikan karyawannya untuk menghapus aplikasi TikTok dari perangkat seluler mereka.

ILUSTRASI - India resmi melarang penggunaan aplikasi dari China, termasuk TikTok dan UC Browser.
ILUSTRASI - India resmi melarang penggunaan aplikasi dari China, termasuk TikTok dan UC Browser. (pixabay.com)

Instruksi itu dikirimkan lewat lewat surat elektronik atau e-mail. Walaupun selang beberapa jam, Amazon memberikan klarifikasi bahwa surat elektronik tersebut dikirim karena kesalahan.

Larangan Amazon tersebut menyebar secara luas dalam sekejap, apalagi itu muncul dalam pekan yang sama ketika Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memblokir TikTok dan aplikasi asal China lainnya.

Tidak jelas apa penyebab larangan awal Amazon tersebut.

Sumber berita Reuters mengatakan, pejabat eksekutif senior Amazon tidak mengetahui permintaan untuk menghapus TikTok dari perangkat karyawan. Larangan disebut dibatalkan setelah perwakilan TikTok dan Amazon berbicara.

Pada awal pekan lalu, Wells Fargo juga telah melayangkan surat kepada kepada karyawan yang telah menginstall TikTok pada perangkat seluler milik perusahaan untuk segera dihapus.

"Karena khawatir akan kontrol dan praktik privasi dan keamanan TikTok, dan karena perangkat milik perusahaan hanya boleh digunakan untuk bisnis perusahaan, kami telah meminta karyawan menghapus aplikasi dari perangkat mereka," kata Wells Fargo keterangan resminya.

Juru bicara TikTok mengaku belum dihubungi Wells Fargo terkait kekhawatirannya tersebut.

Namun, ia mengatakan pihaknya terbuka jika ada pihaknya yang ingin mengetahui bagaimana kebijakan perusahaan untuk melindungi keamanan data para penggunanya.

Kepemilikan China atas TikTok membuat aplikasi ini menghadapi banyak sorotan terkait penanganan data penggunanya.

Baca: Buntut Panjang Konflik di Himalaya, India Larang TikTok dan 58 Aplikasi China Lain Masuk Negaranya

Baca: Main TikTok di Pinggir Pantai, Remaja di AS Tak Sengaja Temukan Koper Berisi Potongan Tubuh Manusia

India telah melarang TikTok dan aplikasi Cina lainnya pada bulan Juni.

TikTok telah menjelaskan bahwa data penggunanya disimpan di AS dengan salinan cadangan di Singapura.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved