Hubungan India dan China Memanas, Pakar Menyebut Asia Selatan Bisa Jadi Hotspot Pemicu Perang

Pertikaian China dan India menjadikan Asia Selatan sebagai hotspot paling berbahaya dalam perang dingin baru antara Beijing dan saingannya.


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-india-modi-2.jpg
HANDOUT / PIB / AFP
Perdana Menteri India, Narendra Modi, berjalan bersama komandan militer setelah dirinya sampai di Leh, Ladakh (3/7/2020). Ini adalah kunjungan pertamanya di tempat itu sejak terjadinya bentrok berdarah antara pasukan India dan China bulan lalu.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hubungan China dan India memanas karena keduanya bersengketa masalah perbatasan di Himalaya.

Beberapa waktu lalu, pasukan China dan India dilaporkan bentrok di daerah perbatasan tersebut.

Di tengah ketegangan ini, India memutuskan membeli 33 jet tempur dari Rusia untuk memperkuat pertahanannya.

Pengamat menyebut pertikaian China dan India di Himalaya menjadikan Asia Selatan sebagai hotspot paling berbahaya dalam perang dingin baru antara Beijing dan saingannya yang dipimpin Amerika Serikat di Indo-Pasifik.

Selain itu, pengamat menilai dengan mengerahkan pasukan untuk mengajukan klaim yang ditingkatkan ke Lembah Galwan di Ladakh, wilayah Kashmir yang dikelola India, China telah secara signifikan meningkatkan kemungkinan perselisihan yang sudah ada sebelumnya antara India dan Pakistan yang memicu konflik lebih lanjut di Asia Selatan.

Karena India diduga melancarkan serangan udara ke kamp pelatihan gerilyawan di Pakistan pada Februari tahun lalu, dan secara terpisah mencaplok bagian dari Kashmir yang dikelola pada Agustus, hubungan antara musuh abadi di Asia Selatan ini telah menjadi yang paling tegang sejak terakhir mereka berperang pada tahun 1999.

Kedua belah pihak memanggil duta besar mereka dan menangguhkan komunikasi bilateral tahun lalu, dan pekan lalu mengusir setengah dari staf masing-masing dari kedutaan mereka di Islamabad dan New Delhi melalui tuduhan spionase.

Baca: Apple Hentikan Produksi iPhone di India, Pasca Konflik India vs China Ganggu Rantai Pasokan Industri

Baca: India Resmi Teken Pembelian 33 Jet Tempur dari Rusia Seharga Rp 35,2 Triliun

Perbatasan China dan India
Perbatasan China dan India (AFP via BBC)

Dengan China memasuki keributan Kashmir untuk pertama kalinya sejak mengalahkan India dalam perang perbatasan 1962, para ahli percaya ini hanya masalah waktu sebelum ada perselisihan besar lainnya.

“Saya pikir konflik adalah kemungkinan nyata. Bagi China, tidak ada insentif untuk memulai perang dengan India atas Kashmir. Ini memiliki masalah yang lebih besar untuk dihadapi dan orang-orang tentang perubahan keseimbangan kemampuan relatif di Garis Kontrol Aktual [LAC] mungkin menjadi pemicunya,” kata Harsh V. Pant, seorang profesor hubungan internasional di King's College London.

LAC adalah perbatasan yang disengketakan sepanjang 4.000 km yang tidak ditentukan antara China dan India, membentang dari Ladakh di barat ke persimpangan dengan Bhutan di timur.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved