Konflik China dengan India Baru Permulaan, Laksamana AS Sebut Tiongkok Ingin Kuasai Kutub Utara

Laksamana Amerika Serikat, James Foggo, yang merupakan Komandan Pasukan Angkatan Laut AS di Eropa-Afrika, mengatakan China ingin kuasai Kutub Utara


zoom-inlihat foto
ilustrasi-kutub-utara-12.jpg
pixabay.com
Ilustrasi Kutub Utara


Asia Maritime Transparency Initiative menyebut, sejak 2013, China telah melakukan militerisasi 27 fitur dalam rantai kepulauan Spratly dan Paracel di kawasan itu.

Langkah itu ditempuh China sebagai upaya memperluas kehadiran dan otoritasnya.

Bahkan China menegaskan kapal militer asing harus meminta izin berlayar dalam jarak 12 mil laut dari pantai di pulau itu.

Namun, demi menentang klaim China, AS secara teratur melakukan operasi dan kebebasan navigasi di wilayah itu.

China Klaim 60 Persen Kapal AS Ada di Asia Pasifik

Sebelumnya, pejabat militer China mengklaim militer AS telah mengerahkan kekuatan di wilayah Asia Pasifik, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Berdasar laporan yang ia paparkan, bahkan 60 persen kapal perang AS telah berada di kawasan Indo-Pasifik, lengkap dengan 3 kapal induk.

Total ada 375.000 tentara yang bersiaga di sana.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Institut Nasional Studi Laut China Selatan, Wu Shicun.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.

ILUSTRASI - Kapal Induk USS Carl Vinson.
ILUSTRASI - Kapal Induk USS Carl Vinson. (Dailymail)

Baca: Di Tengah Ketegangan dengan China, India Minta Rusia Percepat Pengiriman Rudal dan Jet Tempur

"Pengerahan militer AS di kawasan Asia-Pasifik belum pernah terjadi sebelumnya," kata pimpinan lembaga konsultan pemerintah China itu.

Jika diteruskan, tindakan AS bisa memicu konfrontasi militer.

"Kemungkinan insiden militer atau tembakan tak disengaja akan meningkat."

Ia pun tak menampik, jika hal itu terjadi, jurang yang memisahkan hubungan bilateral kedua negara akan semakin dalam dan lebar.

"Jika bentrokan terjadi, dampak pada hubungan bilateral akan menjadi bencana besar," lanjut Wu dikutip dari AFP Selasa (23/6/2020).

Dalam kepemimpinan Barack Obama, AS melakukan empat kali operasi di wilayah tersebut.

Namun di masa kepemimpinan Donald Trump, ia menyebut AS sudah beroperasi sebanyak 22 kali.

Demi mencegah kesalahpahaman, ia mengatakan militer AS dan China harus sering berkomunikasi.

Sebenarnya, akhir-akhir ini bukan hanya AS yang bersitegang dengan China.

Beberapa negara tetangga juga geram dengan pemerintahan Xi Jinping.

China membangun pulau buatan yang dilengkapi dengan instalasi militer di sebagian Laut China Selatan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved