Di Tengah Ketegangan dengan China, India Minta Rusia Percepat Pengiriman Rudal dan Jet Tempur

India meminta Rusia mempercepat pengiriman rudal S-400 yang sebelumnya dijadwalkan dikirim pada Desember 2021.


zoom-inlihat foto
jet-tempur-mig-29-milik-angkatan-udara-india-iaf.jpg
AFP / SAM PANTHAKY
Jet tempur MiG-29 milik Angkatan Udara India (IAF) yang belum lama ini diperbarui dengan penambahan instrumen terbaru.


TRIBUNNEWSWIKI.COMIndia mendorong Rusia untuk mempercepat penjualan rudal S-400, sistem pertahanan rudal anti-pesawat tempur serta jet tempur SU-30Mki dan MiG-29 di tengah hubungan yang memburuk dengan China setelah bentrokan minggu lalu yang menewaskan 20 tentara India.

Dilaporkan oleh South China Morning Post, permintaan itu datang saat menteri luar negeri China dan India dijadwalkan bertemu pada Selasa (23/6/2020)  dalam interaksi tatap muka pertama mereka sejak bentrokan mematikan pekan lalu.

India dan China sepakat untuk mengeskalasi situasi di sepanjang perbatasan mereka yang tidak ditandai, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada jumpa pers reguler, Selasa (23/6/2020) di Beijing.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menjadi tuan rumah pertemuan trilateral virtual dengan Wang Yi dari China dan Subrahmanyam Jaishankar dari India setelah Moskow muncul sebagai pemain kunci dalam melelehkan hubungan kedua negara.

"India dan China memiliki segala cara untuk menyelesaikan masalah yang timbul dalam hubungan mereka," kata Lavrov setelah pertemuan itu.

"Saya tidak berpikir bahwa India dan China membutuhkan bantuan,” lanjutnya.

Baca: China Bantah Berita Tewasnya 40 Pasukannya dalam Konflik Perbatasan dengan India

Baca: Bersiap Hadapi China, India Siagakan Sukhoi SU-30MKI hingga Helikopter Apache

Zhao, juru bicara kementerian luar negeri China, mengatakan bahwa setelah pembicaraan antara para komandan militer regional pada Senin (22/6/2020), kedua pihak telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencairkan situasi.

Pers Trust of India mengatakan pertemuan pada Senin itu terjadi antara Letnan Jenderal Harinder Singh, komandan 14 Korps, dan Mayor Jenderal Liu Lin, komandan Distrik Militer Tibet.

"Penyelenggaraan pertemuan ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak ingin berurusan dengan perselisihan mereka, mengelola situasi dan mengurangi situasi melalui dialog dan konsultasi," kata Zhao pada konferensi pers reguler.

“Kedua belah pihak ‘bertukar pandangan yang jujur ​​dan mendalam’ dan sepakat untuk mempertahankan dialog dan bersama-sama berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan ketenangan di daerah perbatasan", tambah Zhao.

Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China
Perdana Menteri India, Narendra Modi menyatakan bahwa India ingin damai namun siap perang jika ada provokasi dari China (Handout / PIB / AFP)




Halaman
123






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Ramalan Zodiak Besok Selasa 27

    Berikut ini adalah ramalan zodiakmu untuk hari esok
  • Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa

    Berikut ramalan zodiak cinta besok Selasa 27 Juli
© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved