Kedutaan Jepang di New Delhi mengatakan ini adalah latihan ke 15 dalam tiga tahun.
"Isi dari latihan ini adalah pelatihan taktis dan pelatihan komunikasi," kata juru bicara kedutaan Toshihide Ando.
“Tanpa skenario khusus,” lanjutnya.
Wakil Laksamana Chauhan mencatat bahwa penempatan Angkatan Darat India adalah merupakan “spesifik sektor”.
Namun, India juga perlu memberikan tekanan di seluruh teater militer.
Latihan-latihan seperti ini mengingatkan Beijing bahwa militer India dapat dengan cepat menghadapi angkatan laut Tiongkok di Samudera India, dan bahwa rencana semacam itu sudah siap.
"Mereka masih jauh dari penyebaran kapal induk di Samudera Hindia," tambahnya.
Ketegangan meningkat
Latihan militer bersama ini merupakan indikasi terbaru bahwa persaingan geopolitik memanas di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Di bulan ini saja Amerika Serikat telah melakukan tiga latihan di Laut Filipina dan Laut China Selatan.
Dua di antaranya dilakukan oleh tiga kapal induk, USS Nimitz, USS Ronald Reagan dan USS Theodore Roosevelt, sementara yang ketiga dilakukan bersama dengan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang.
Ketegangan juga meningkat antara China dengan Vietnam setelah dua kapal Tiongkok menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan Vietnam.
ASEAN pada Sabtu (27/6/2020) mengeluarkan pernyataan yang kemudian oleh banyak ahli dilihat sebagai pernyataan yang kuat terhadap klaim Tiongkok atas Laut China Selatan ketika dikatakan bahwa Perjanjian Kelautan PBB tahun 1982 harus menjadi dasar penentuan klaim teritorial di perairan.
Baca: India Desak Rusia Percepat Pengiriman Rudal, Peneliti: Ingin Samakan Kekuatan Militer dengan China
Baca: AS Semakin Intens Lakukan Aktivitas Militer di Laut China Selatan, Pertanda Siap Gempur Tiongkok?
Di tengah pertikaian baru mengenai Diaoyu / Senkaku, Kementerian Pertahanan Jepang juga telah membentuk tim baru untuk memajukan hubungan maritim yang lebih baik dengan AS, India, Australia, serta negara-negara Asia Tenggara.
Ketegasan China di Laut China Selatan dan Laut China Timur dinilai telah menjadi pendorong untuk menyatukan India dan Jepang, kata para analis.
Mengunjungi India pada 2007, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah menyerukan ikatan maritim yang lebih kuat antara kedua negara dengan memohon “Asia yang lebih luas” pada “pertemuan dua lautan” di Samudra Hindia dan Pasifik.
Sejak itu, kedua negara telah memperdalam kerja sama militer mereka, mengambil bagian dalam acara bersama seperti latihan darat 'Dharma Guardian', latihan udara 'Shinyu Maitr' dan latihan militer trilateral 'Malabar' dengan AS.
Abe dan mitranya dari India, Perdana Menteri Narendra Modi,telah sering bertemu.
Pada tahun 2019 saja mereka diketahui bertemu sebanyak tiga kali.
Kedua negara bahkan memiliki KTT bilateral tahunan, yang jarang terjadi di Jepang.