Bagaimanakah Keadaan Bioskop Setelah Tidak Beroperasi Selama Berbulan-bulan Karena Pandemi?

Jika penerapan protokol kesehatan di dalam bioskop tidak bisa berjalan, beberapa hal yang dikhawatirkan yakni adanya kebangkrutan dalam industri film.


zoom-inlihat foto
bioskop-xxi.jpg
Kompas.com
Bioskop Cinema XXI di 52 Kota Siap Beroperasi Kembali, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Penonton


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa bioskop direncakan buka kembali dalam fase normal baru kali ini.

Meskipun masih berada di tengah pandemi Covid-19, namun bebera[a bioskop siap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya seperti pembukaan kembali bioskop di Inggris yang akan dibuka pada Sabtu, (4/7/2020) nanti.

Pembukaan layar lebar di Inggris akan disesuaikan dengan aturan dan pedoman pemerintah agar tidak terjadi penularan voirus yang lebih banyak.

Misalnya dengan melakukan upaya penerapan langkah-langkah kesehatan seperti antrean toilet satu arah, staf mengenakan masker, pembersihan setiap malam menggunakan mesin fogging antivirus.

Meskipun begitu, orang akan tetap duduk dengan jarak satu meter di ruangan tertutup selama beberapa jam.

Hal tersebut belum tentu bisa dikatakan baik-baik saja, atau mungkin tidak baik-baik saja.

Beberapa pengunjung tidak selalu dengan perilaku terbaiknya, misalnya ada orang yang mengobrol bahkan mengalami batuk.

Baca: Bioskop XXI di 52 Kota Siap Beroperasi Kembali, Ini Protokol Kesehatan yang Harus Dipatuhi Penonton

Baca: Bioskop Segera Buka, CGV Siapkan Film Box Office hingga Akan Terapkan Social Distance Seating

Baca: Jika New Normal Sudah Diterapkan di Bekasi, Bioskop dan Karaoke Diperbolehkan Beroperasi Kembali

Di sisi lain, mesin fogging antivirus pun tidak murah dan untuk mengurangi biaya dari kerugian dari penurunan kapasitas dan peningkatan staf, maka bioskop perlu menaikkan harga.

Satu-satunya jenis film yang akan bertahan merupakan jenis pengalaman kelas atas yang sudah ditawarkan.

Lantas bagaimana dengan film-film lain yang kalah saing?

Mungkin solusi lainnya adalah dengan mengadakan bioskop luar ruangan atau bioskop drive-in.

Seperti rencana pembukaan bioskop drive-in yang ada di Jakarta.

Ergo dan Co merencanakan adanya bioskop drive-in yang disesuaikan dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk mengurangi risiko penularan Covid-19, Ergo dan Co pun mengadakan pembelian tiket secara online atau daring.

Kemudian jumalh maksimal penonton yang datang harus separuh dari kapasitas penuh mobil yang digunakan.

"Contohnya sedan maksimum dua orang. Kalau mini bus 3-4 orang karena kita beranggapan ini masih dalam koridor PSBB. Jadi kita sangat menjaga aturan pemerintah karena kita tidak mau bermain di area abu-abu. Dari sisi itu memang sangat kita jaga," terang Adam Hadziq, Founder Ergo and Co.

Namun tentu saja hal tersebut bukan sebuah solusi untuk film-film yang kurang memiliki nama yang besar.

Baca: Tanggapi Isu Pungut Pajak Sepeda, Kemenhub: Tidak Benar Tapi Sepeda Harus Diatur

Baca: Jadi Korban Penipuan, Wanita ini Beli iPhone 11, Namun yang Datang Malah Kartu Remi

Baca: Sejumlah Kalangan Dukung Jokowi Segera Lakukan Reshuffle Kabinet, Sebut Ada Menteri Cari Aman

Bagaimanapun juga, pameran sinema tradisional akan gagal.

Hal ini tentu saja akan berdampak pada jenis film yang dibuat oleh beberapa studio.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved