Akibat Pandemi Covid-19, Perguruan Tinggi Indonesia Disebut Bisa Mati Terdampak, Berikut Alasannya

Menurut Wakil Rektor UGM, Prof. Djagal Wiseso situasi pandemi Covid-19 ini sangat berdampak luas bagi dunia perguruan tinggi di Indonesia saat ini.


zoom-inlihat foto
mahasiaws.jpg
Tribunnews.com
TOLAK RUU KPK-Massa Aliansi Kaltim Bersatu membentuk simpul saring rangkul saat menolak RUU KPK dan RUU KUHP yang dianggap tidak pro demokrasi di jalan Teuku Umar depan Kantor DPRD Kaltim, Sungai Kunjang Samarinda, Senin (23/9/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perkuliahan online atau daring kini disongsong sebagai cara baru selama pandemi Covid-19 mendera.

Indonesia pun besar kemungkinan akan menerapkan sistem perkuliahan online untuk perguruan tinggi.

Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa perkuliahan di perguruan tinggi seluruh Indonesia dimungkinkan berjalan secara online hingga tahun 2020 ini berakhir.

Dampak sistem perkuliahan online pun membuat khawatir beberapa pihak karena dampaknya sangat luas dan sistemik.

Prof. Djagal Wiseso yang merupakan Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM menyebutkan ada prediksi matinya perguruan tinggi akibat wabah pandemi Covid-19.

Sejumlah faktor seperti sumber pendidikan selain lembaga pendidikan yang tersedia, seperti internet, buku, jurnal, serta kondisi Covid-19 yang memaksa mahasiswa untuk belajar tanpa harus hadir di kampus mendorong matinya lembaga pendidikan tinggi.

Prediksi tersebut dibahas dalam seminar daring Dewan Guru Besar (DGB) UGM pada Jumat (26/6/2020) lalu.

Seminar daring tersebut bertemakan “Merdeka Belajar dan Proses Belajar Mengajar Efektif di Masa Pandemi Covid-19”.

Baca: Meski Sering Terkendala Jaringan, Dirjen Dikti: Kuliah Online Disambut Baik oleh Dosen dan Mahasiswa

Baca: Kuliah Bisnis di 3 Negara Berbeda dengan Beasiswa SP Jain School of Global Management, Berminat?

Baca: Sejumlah Mahasiswa Purwakarta Ngeluh ke Anggota DPR, Minta Keringanan Uang Kuliah saat Pandemi

Tak kurang dari 2000 mahasiswa baru Universitas Atmajaya Jakarta serempak menggunakan masker hijau bertulis Hutanku Napasku, Sabtu (17/8/2019). Aksi ini merupakan bagian dari program yang digagas Hutan itu Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan.(DOKUMENTASI HUTAN ITU INDONESIA)
Tak kurang dari 2000 mahasiswa baru Universitas Atmajaya Jakarta serempak menggunakan masker hijau bertulis Hutanku Napasku, Sabtu (17/8/2019). Aksi ini merupakan bagian dari program yang digagas Hutan itu Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan.(DOKUMENTASI HUTAN ITU INDONESIA) (Kompas.com)

Mantan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Tian Belawati sepakat dampak dari Covid-19 telah menyebabkan disrupsi yang melebihi Revolusi Industri 4.0.

Ia menyebut tak ada satupun negara di dunia ini yang bidang pendidikannya tidak terdampak oleh pandemi ini.

“Hanya butuh waktu 25 hari sejak pengumuman pasien positif pertama di Indonesia untuk mampu memaksa 834 perguruan tinggi di Indonesia hijrah ke daring,” ungkap Prof. Tian seperti dikutip dari laman UGM.

Akibatnya, banyak perguruan tinggi merasa tidak siap dengan kepindahan tersebut.

Para dosen tidak siap karena silabusnya disusun untuk perkuliahan tatap muka, apalagi bagi pengampu jurusan saintek yang memiliki mata kuliah praktikum.

Selain itu, permasalahan lain karena banyaknya dosen yang telah lanjut usia dan tidak terliterasi untuk menggunakan platform digital.

“Beberapa prinsip yang perlu diikuti dalam pembelajaran daring yakni kurikulum sesuai, inklusif, melibatkan pembelajar, pendekatan inovatif, metode efektif, evaluasi formatif dan sumatif, koheren, konsisten, transparan, perangkat yang mudah dioperasikan, serta efektif dalam biaya,” paparnya.

Hal yang perlu diperhatikan lebih dalam prinsip tersebut, menurut Tian, adalah interaksi dengan pembelajar.

Ia menyebut interaksi menjadi rawan dalam pembelajaran daring karena tanpa tatap muka secara langsung.

Oleh karena itu, momen jeda semester ini dapat dimanfaatkan oleh para pengajar untuk mempersiapkan silabus yang lebih sesuai untuk pembelajaran daring.

Persiapan tersebut mencakup pula penyesuaian materi dengan platform yang akan digunakan sehingga tidak ada kesulitan ketika kuliah berlangsung.

Klaim Direj Dikti : kuliah Online diminati





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved