Novel Baswedan Sindir Jokowi: Selamat atas Prestasi Aparat Bapak, Sampai Ingin Ngomong TERSERAH!

Novel Baswedan tanggapi tuntutan terhadap pelaku penyiraman air keras padanya yang hanya dituntut satu tahun penjara


zoom-inlihat foto
novel-baswedan11.jpg
Kompas.com
Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan ditemui di depan kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (11/4/2019). Dua tahun kasusnya tak juga selesai, Novel berharap Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta. (Kompas.com / Tatang Guritno)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Senior, Novel Baswedan telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijatuhi hukuman.

Namun, tuntutan hukuman ini mengundang banyak kontroversi dari seluruh lapisan masyarakat.

Bahkan, Novel Baswedan sampai menyindir Presiden Jokowi.

Sindiran tersebut sebagai buntut dari 2 oknum polisi yag menyiramnya dengan air keras hanya mendapatkan tuntutan ringan.  

Dua oknum polisi tersebut adalah Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Mereka bedua merupakan pelaku penyerang Novel yang hanya dituntut satu tahun penjara.

Baca: Video Bintang Emon hingga Foto Ga Sengaja Jadi Sindiran Tuntutan Penyiram Novel Baswedan

Baca: Penyiram Novel Baswedan Dituntut Terlalu Ringan, DPR Bandingkan dengan 3 Kasus Serupa

Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa secara bersama-sama dan melakukan penganiayaan berat kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette didakwa secara bersama-sama dan melakukan penganiayaan berat kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Tak ayal, Novel Baswedan geram atas putusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai keterlaluan.

Jika dilihat, Novel Baswedan setiap hari bertugas memberantas mafia hukum dengan tameng UU Tipikor.

Namun malang, Novel malah menjadi terkena korban ketidakadilan.

Penyidik senior KPK ini menyatakan, tuntutan kepada penyerangnya itu lebih rendah daripada tuntutan penghinaan orang. 

Lewat akun Twitter-nya, Novel menyampaikan rasa kesalnya, @nazaqistsha pada Kamis (11/6/2020) malam.

"Keterlaluan mmg... sehari2 bertugas memberantas mafia hukum dgn UU Tipikor..

Tetapi jadi korban praktek lucu begini.. lebih rendah dari org menghina.." cuitnya di Twitter.

Selanjutnya, Novel juga terlihat menyindir Jokowi atas "prestasi" yang dilakukan aparat penegak hukumnya.

"Pak @jokowi, selamat atas prestasi aparat bapak. Mengagumkan..."  tulis Novel dalam cuitannya.

Novel juga tak habis pikir sampai ingin berkata "terserah" atas ketidakadilan yang dialaminya

Walaupun begitu, ulah aparat hukum itu diakui Novel akan menjadi beban bagi diri mereka sendiri.

Novel pun ingin supaya segala proses rumit kasus penyiraman air keras yang menimpanya benar-benar dipertanggungjawabkan sebaik mungkin.

Baca: Penyiram Air Keras ke Wajah Novel Baswedan Dituntut 1 Tahun Penjara, Tim Advokasi: Memalukan

"Melihat kebusukan semua yg mrk lakukan rasanya ingin katakan TERSERAH..

"Tp yg mrk lakukan ini akan jadi beban diri mrk sendiri, krn semua akan diperthhjwbkan." tulis Novel melalui akun Twitternya. 





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved