"Ini yang menyebabkan lonjakan tagihan listrik," ucapnya.
Membayar listrik dengan cicilan
Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan tagihan listriknya melonjak tajam di bulan Juni.
Kenaikan tersebut dinilai tidak masuk akal lantaran lonjakannya yang naik berkali-kali lipat.
Tagihan yang biasanya Rp 400 ribu, ternyata di bulan Juni mencapai Rp 2 juta.
Hal tersebut pun membuat banyak dari pelanggan PLN merasa kecewa dan melayangkan protes kenapa tagihan mereka bisa melonjak tinggi.
PT PLN (Persero) kemudian menjelaskan jika kenaikan tersebut terjadi karena akumulasi pemakaian pelanggan selama 3 bulan terakhir.
Pihaknya pun membantah adanya kenaikan tarif listrik bagi pengguna yang tidak mendapat subsidi.
Sebagai solusi, PLN pun menyiapkan skema cicilan pembayaran kenaikan listrik bagi pelanggan yang tagihan Juni-nya membengkak.
Baca: Belajar Kasus Prancis vs Amazon, Indonesia Harus Cermat Jika Ingin Pungut Pajak Google dan Facebook
Baca: Cara Mudah Dapat Token Listrik Gratis PLN, WhatsApp 08122-123-123 atau Login ke Laman pln.co.id
Baca: Keluhkan Tagihan Listrik dari Rp 500 Ribu Menjadi Rp 4 Juta Per Bulan, Begini Tanggapan PLN
Cicilan pembayaran tersebut diberikan kepada pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan lebih dari 20 persen.
Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo menjelaskan, cicilan pembayaran hanya diberlakukan untuk besaran kenaikan tagihan listrik saja.
Misal, pelanggan biasanya membayarkan Rp 1 juta setiap bulannya, namun pada rekening Juni, tagihan yang perlu dibayarkan sebesar Rp 1,6 juta.
Maka, pelanggan dapat mencicil besaran kenaikan sebesar Rp 600.000.
Cicilan pembayaran dapat dilakukan selama 4 kali setiap bulannya.
"Dengan rumusan 60 persen dari kenaikan dicicil selama 3 bulan mulai bulan depan (Juli). Sementara 40 persen dibayarkan bulan Juni ini," ujar Yuddy dalam sebuah diskusi virtual, Senin (8/6/2020).
Dengan demikian, apabila mengalami kenaikan sebesar Rp 600.000, maka pada tagihan Juni, pelanggan hanya perlu membayarkan Rp 240.000 saja, atau setara dengan 40 persen.
"Sisanya Rp 360.000, jadi tagihan Juli-September ditambah Rp 120.000," kata Yuddy.
PLN berharap, dengan adanya skema cicilan tersebut dapat meringankan beban pelanggan yang mengalami kenaikan lebih dari 20 persen.
"Kita paham kondisi pelanggan. Sehingga dengan angsuran tersebut harapannya bisa meringankan," ucapnya.
Sebagai informasi, PLN mencatat terdapat 4,3 juta pelanggan yang mengalami kenaikan lebih dari 20 persen pada tagihan Juni.
(Tribunnewswiki.com/Ris)