Iran, Rusia, China, dan Turki Justru 'Rayakan' Kekacauan dan Kerusuhan di Amerika Serikat

Ketiga negara menggunakan kehadiran editorial online mereka yang substansial untuk mengkritik pembunuhan Floyd, reaksi polisi, dan Presiden Trump


zoom-inlihat foto
penjarahan-minneapolis-minnesota.jpg
AFP/Apu GOMES
Orang-orang berlarian dengan membawa barang-barang yang dijarah di sebuah toko pakaian di pusat kota Long Beach, California, Amerika Serikat pada (31/5/2020) dalam aksi protes menentang kematian George Floyd.Sementara itu, Iran, China, Turki, dan Rusia justru "merayakan" kekacauan di AS.


"Malam ini, aktivitas media sosial tentang # protes & reaksi balasan dari akun media sosial terkait dengan setidaknya 3 musuh asing. Mereka tidak membuat divisi ini. Tapi mereka aktif memicu & mempromosikan kekerasan & konfrontasi dari berbagai sudut."

Demo Bela George Floyd Rusuh, Pemilik Toko Minuman Ini Siapkan Senapan Militer M16 Agar Tak Dijarah

Demo bela kematian George Floyd di berbagai wilayah di Amerika Serikat berujung rusuh.

Seorang pemilik toko minuman keras di Santa Monica, California yang bernama Joe mengatakan dirinya sangat was-was akan penjarahan.

Kerusuhan tersebut membuatnya harus mengamankan bisnisnya dengan menyiapkan senapan militer AR-15 atau M16 untuk menghindari orang menjarah tokonya.

Senapan yang disiapkannya tersebut merupakan senjata api semi-otomatis yang memang dipasarkan untuk warga sipil.

Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS) (DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS)

Memang awalnya senapan tersebut digunakan Angkatan Darat AS saat berperang di Vietnam.

Menurut pengakuannya, Joe dan teman-temannya sering berjaga di depan toko minuman sambil membawa senapan tersebut.

Hal itu ia lakukan untuk membuat demonstran yang ingin menjarah tokonya mengurungkan niatnya.

Baca: Tak Mau Dijarah Oknum Pendemo Kematian George Floyd, Pemilik Toko Senjatai Diri dengan Senapan AR-15

Baca: Demo Kematian George Floyd, Kelompok Antifa akan Dikategorikan Sebagai Teroris oleh Donald Trump

Ia bahkan mengaku ingin melindungi para pelanggannya lantaran keadaan saat ini sangat berbahaya.

"Ini adalah hal baik karena aku, teman-temanku, dan para pelanggan bisa terlindungi, situasi cukup mengerikan," ujar Joe.

Tak hanya mengamankan bisnisnya sendiri, Joe dan teman-temannya juga mengamankan bisnis yang berada di sekitarnya agar tak dijarah.

Diketahui, Santa Monica termasuk kota dengan situasi berbahaya di tengah gelombang protes membela George Floyd.

Penjarahan di Santa Monica termasuk paling banyak dan paling rusuh.

Bahkan, demi mengamankan situasi, pihak berwenang meminta pertokoan harus sudah tutup pada pukul 13.00.

Sedangkan segala aktivitas di luar dibatasi hanya sampai pukul 16.00.

Kecaman Terhadap Trump

Di tengah demo membela George Floyd yang ricuh di berbagai daerah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melenggang ke Gereja St. Johns yang sempat terbakar.

Trump sempat 'berjanji' akan segera bertindak tegas demi mengamankan situasi yang tengah melanda negaranya.

"Aku akan berjuang untuk melindungi kalian," tegas Trump di Washington DC, Senin (1/6/2020).

Baca: Tanggalkan Atributnya, Sheriff Ini Bergabung dalam Demo Kematian George Floyd: Ayo Berjalan Bersama!

Baca: FAKTA-fakta Foto Viral Pria Bertato Peta Indonesia Ikut Demo Rusuh di AS: Trump Dibawa ke Bunker





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved