TRIBUNNEWSWIKI.COM - Aksi protes atau demontrasi atas kematian George Floyd di Ameika Serikat semakin memanas.
Beberapa oknum pendemo nampaknya memanfaatkan kericuhan untuk menjarah barang-barang di beberapa toko.
Hal tersebut membuat pemilik toko minuman keras di California, Amerika Serikat, mempersenjatai dirinya dan karyawan dengan senapan berjenis AR-15.
AR-15 adalah senapan serbu yang juga dikenal dengan nama lain M16.
Dikutip dari Britannica.com, AR-15 adalah senapan serbu yang dikembangkan oleh Eungene Stoner, insinyur asal Amerika dari perusahaan ArmaLite Inc.
Pada akhir 1950-an, AR-15 merupakan senapan yang cukup populer lantaran ringan, akurat, dan berkualitas.
Senapan tersebut telah digunakan oleh pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di pertengahan 1960.
Namun saat ini, penduduk sipil Amerika Serikat telah diperbolehkan memiliki senapan AR-15 untuk melindungi dirinya sendiri.
Baca: Hampir Seluruh Wilayah, Demonstrasi Atas Kematian George Floyd Semakin Luas di Amerika Serikat
Baca: Barack Obama Menangis Lihat Video George Floyd, Minta Penegakan Hukum dan Usut Tuntas Kasus
Sejumlah toko di Broadway, Santa Monica persenjatai diri dengan senapan AR-15
Terlebih, kasus penjarahan besar-besaran telah terjadi di Santa Monica, Minggu (31/5/2020).
Seperti yang diberitakan oleh CBSLA, Joe, sang pemilik dari toko minuman keras Broadway Wine & Spirits memberikan keterangannya.
Joe menjelaskan bahwa hampir semua pertokoan yang berada di sekitar tokonya juga melakukan hal yang sama.
Yaitu mempersenjatai diri mereka dan karyawan dengan senjata api untuk menghindari adanya penjarahan.
Terlebih, lokasi pertokoan dimana Joe dan rekannya berjualan berada dekat dengan jalan utama.
Joe mengatakan, ketika para oknum tersebut mulai mendekati toko, mereka enggan melakukan penjarahan lantaran melihat para karyawan dipersenjatai AR-15 dan senjata lainnya.
Diakui Joe, tidak semua toko di daerah tersebut dipersenjatai.
Meski demikian, beberapa pucuk senjata yang ada di toko lain turut memberikan perlindungan yang sama.
Sehingga kawasan tersebut bisa dibilang menjadi aman dari penjarahan.
"Ini adalah jalan terbaik bagi saya dan teman-teman. Kami memiliki pelanggan dan rekan sesama bisnis yang harus dilindugi," ucap Joe kepada CSBSLA.
"Mereka (penjarah) memang sangat menakutkan," lanjutnya.
Sebelumnyam Third Street Promenade Santa Monica telah mengalami penjarahan besar-besaran.