Sementara itu Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey menyebut bahwa tewasnya George Floyd adalah kesalahan fatal di segala lini penegak hukum.
"Kita tak bisa gelap mata atas insiden ini. George Floyd pantas menerima keadilan. Warga kulit hitam pantas mendapatkan keadilan. Para teman dan keluarganya juga demikian," katanya di Twitter.
4 Nama Oknum Polisi yang Diduga Terlibat dalam Tewasnya George Floyd
Otoritas kota Minneapolis resmi merilis nama 4 (empat) petugas kepolisian yang diduga terlibat dalam tewasnya warga kulit hitam, George Floyd.
Keempat petugas polisi ini dilaporkan terlibat dalam upaya penangkapan seorang warga kulit hitam yang berujung tercekiknya George Floyd, akibat ditindih kaki polisi.
Mereka adalah:
- Derek Chauvin
- Thomas Lane
- Tou Thao
- J. Alexander Kueng
Nama Chauvin telah dikonfirmasi oleh tim hukum yang mewakilinya.
Otoritas setempat Minneapolis menyatakan bahwa keempat petugas kepolisian ini telah bertugas sejak lama.
Baca: Kerusuhan Meletus di Minnesota AS, Buntut Terbunuhnya Pria Kulit Hitam George Floyd di Tangan Polisi
Chauvin telah bertugas sejak tahun 2001, Thao sejak tahun 2008.
Sedangkan dua lainnya telah bekerja sebagai polisi selama kurang dari tiga tahun.
Menurut pernyataan otoritas Minneapolis, Ibukota Minnesota, keempat orang ini datang di tempat kejadian perkara di Chicago Avenue pada Senin (25/5/2020) pukul 8 malam.
Mereka kemudian memborgol Floyd, setelah mengatakan bahwa Floyd "secara fisik melawan petugas".
Saat itulah polisi mengklaim mereka memborgol Floyd, menjatuhkan dan mengikatnya di atas aspal, sebelum kemudian dilaporkan tewas kesulitan bernafas.
Baca: Gesekan Amerika-China Kian Panas, Trump Bujuk Sekutu Putus Aliansi dengan Negeri Tirai Bambu
Video Amatir
Dalam sebuah video amatir yang diunggah di Facebook menunjukkan Floyd memohon polisi saat ia tak bisa bernapas.
Seorang perwira polisi berkulit putih terlihat menindih kepalanya dengan lutut selama beberapa menit sebelum akhirnya Floyd kehilangan kesadaran.
--
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)