Hari Ini dalam Sejarah: Pertempuran Tsushima, Jepang Nyaris Hancurkan Semua Armada Laut Rusia

Dunia terkejut karena pertama kalinya pada era modern kekuatan Asia berhasil mengalahkan salah satu kekuatan utama Eropa


zoom-inlihat foto
laksamana-togo.jpg
Wikimedia Commons
Laksamana Togo di atas kapal tempur Mikasa pada permulaan Pertempuran Tsushima, 27 Mei 1905

Dunia terkejut karena pertama kalinya pada era modern kekuatan Asia berhasil mengalahkan salah satu kekuatan utama Eropa




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kekaisaran Jepang secara mengejutkan berhasil menang telak atas Kekaisaran Rusia dalam Pertempuran Tsushima (27-28 Mei 1905).

Menggunakan kapal yang lebih unggul dalam hal kecepatan dan persenjataan, Jepang menghancurkan 2/3 Armada Laut Rusia dalam pertempuran yang berlangsung di Selat Tsushima tersebut.

Pertempuran Tsushima menjadi pertempuran terakhir dan menentukan dalam Perang Rusia-Jepang (1904-1905).[1]

Kekalahan dalam Pertempuran Tsushima memaksa Rusia menerima perjanjian perdamaian dengan Jepang yang dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt.

Perjanjian ini dilakukan di Portsmouth, New Hampshire, dan Rusia mengakui Jepang sebagai kekuatan dominan di Korea serta menyerahkan Port Arthur, Sakhalin bagian Selatan, dan Semenanjung Liaotong.[2]

Kapal tempur Rusia, Oslyabya, yang menjadi kapal karam pertama di Pertempuran Tsushima
Kapal tempur Rusia, Oslyabya, yang menjadi kapal karam pertama di Pertempuran Tsushima (Wikimedia Commons)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Perawat Amerika Bunuh Wanita Hamil dan Curi Bayinya yang Belum lahir

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 14 Mei 1796: Edward Jenner Mengujicoba Vaksin Cacar pada Manusia

  • Konteks


Kaisar Rusia Tsar Nicholas I ingin memperluas wilayahnya di Asia dan menganggap Jepang sebagai musuh yang mudah.

Dia meremehkan perkembangan militer dan industri Jepang yang justru pada kenyataannya dapat mengejar Rusia dengan cepat.

Rusia sudah menguasai Manchuria sejak 1860 dan pada 1898 juga mengendalikan Port Arthur, sebuah pelabuhan air hangat.

Kekaisaran ini kemudian membangun cabang jalur kereta Trans-Siberia yang menghubungkan kedua wilayah ini sehingga bisa menempatkan militer dan ekonominya di China bagian utara.

Namun, di sisi lain, Jepang juga memiliki ambisi kekuasaan di Korea dan China bagian utara.

Sebelumnya, Jepang sudah menguasai Semenanjung Korea sejak 1890-an.

Ketika pedagang Rusia banyak pindah ke Manchuria, mereka mengganggu kepentingan Jepang.

Pemerintah Jepang berusaha menghindari perang dengan menginisiasi perundingan dengan St. Petersburg.

Namun, para diplomat Rusia menangguhkan perundingan dan hubungan diplomatik keduanya berakhir pada awal 1904.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ben Carlin Jadi Manusia Pertama yang Keliling Dunia dengan Kendaraan Amfibi

  • Perang Rusia-Jepang dimulai


Didukung oleh Inggris, Jepang menyatakan perang pada Rusia pada 8 Februari 1904 kemudian menyerang garnisun di Port Arthur.

Tsar tetap merasa percaya diri dan dapat menang karena Jepang baru memodernisasi kekaisarannya pada pertengahan abad ke-19.

Meski Jepang sudah mengembangkan industrialisasi dan teknik berperang ala Barat, hanya sedikit yang percaya bahwa Jepang dapat mengalahkan salah satu kekuatan utama di Eropa.

Namun, Jepang memiliki keunggulan karena angkatan lautnya dilengkapi dengan kapal perang buatan Inggris yang baru.

Sementara Rusia, meski armadanya lebih besar, memiliki kapal-kapal yang relatif tua.

Per Agustus 1904, Jepang sudah mengepung Port Arthur dan menyerang perbentangan di kota itu.

Port Arthur akhinya jatuh ke tangan Jepang lima bulan kemudian dan sekitar 20.000 prajurit Rusia menjadi tawan perang.

Pada September 1904, Rusia meminta pengerahan Armada Baltik ke Asia dan merebut Port Arthur.

Ada 28 kapal Rusia meninggalkan Eropa pada Oktober dan sempat menyerang kapal ikan Inggris karena mengiranya kapal perang Jepang yang menyamar.

Hal ini hampir menarik Inggris ke dalam perang antara Jepang dan Rusia.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 8 Mei 1886: Coca-Cola Dijual Perdana dan Dibanderol 5 Sen per Gelas

  • Pertempuran Tsushima dan akhir perang


Armada Baltik Rusia dipimpin Laksamana Zinovy Petrovich Rozhestvensky dan akan bergabung dengan Skuadron Pasifik yang ada di Port Arthur.

Mereka sampai di Laut China pada awal Mei dan sudah ditunggu oleh armada Jepang yang dipimpin Laksamana Togō Heihachiro di pantai selatan Korea.

Ketika armada Rusia mendekat, Jepang langsung menyerang dengan kapal-kapalnya yang unggul dalam hal kecepatan dan persenjataan.

Pertempuran pecah di Selat Tsushima dan berlangsung dua hari (27-28 Mei 1905).

Sekitar 2/3 armada Rusia hancur dalam pertempuran dramatis dan menentukan ini.[4]

Lebih dari 30 kapal Rusia tenggelam dan Jepang dengan telak telah memenangkan pertempuran.

Atas kekalahannya, Rusia memutuskan mengadakan perundingan dan menghasilkan Perjanjian Portsmouth pada September 1905.

Porth Arthur diberikan ke Jepang dan Rusia mengakui kekuasaan Jepang atas Korea.

Kekalahan ini juga menghancurkan nama baik militer Rusia dan merusak kredibilitas Tsar.[5]

(TribunnewsWiki/Tyo)



Peristiwa Pertempuran Tsushima berakhir
Pada 28 Mei 1905
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved