TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tradisi mudik lebaran tahun 2020 tidak berjalan seperti biasanya di Indonesia.
Adanya pandemi Corona membuat pemerintah membuat himbauan untuk tidak mudik ke kampung halaman, demi mencegah mata rantai penyebaran Covid-19.
Meski begitu, beberapa lapisan masyarakat tetap mudik ke kampung halaman, dengan berbagai alasan tertentu, terutama akibat mata pencaharian yang terganggu di perantauan.
Menurut PT Jasa Marga (Persero) Tbk, tercatat jumlah kendaraan yang meninggalkan area DKI Jakarta dari arah timur, barat, dan selatan pada lebaran 2020 ini mengalami penurunan sebanyak 62 persen dibanding periode lebaran 2019.
Hal itu menyusul himbauan larangan mudik yang dilakukan pemerintah sehingga total hanya 465 ribu yang hengkang dari ibu kota terhitung sejak H-7 hingga H-1 Lebaran 2020.
Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru menyebut distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 39 persen dari arah timur, 34 persen dari arah barat, dan 27 persen dari arah selatan.
Menurutnya kendaraaan yang meninggalkan Jakarta dari arah timur kontribusi lalu lintas dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa dan Gerbang Tol Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.
“GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 103.440 kendaraan, turun sebesar 81 persen dari Lebaran tahun 2019. GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 76.357 kendaraan, turun sebesar 64 persen dari Lebaran tahun 2019,” kata Heru, Minggu (24/5/2020).
Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Kepala Satgas Covid-19 Rayakan Idul Fitri di Kantor BNPB
Baca: Berniat Mudik ke Rumah Neneknya di Kota Tasikmalaya, Keluarga dari Jakarta ini Malah Terlantar
Baca: Tak Patuh Aturan Lockdown, Penasihat Utama dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Diminta Mundur
“Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 179.797 kendaraan, turun sebesar 76 persen dari Lebaran tahun 2019,” sambungnya.
Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang sebesar 157.926 kendaraan, turun sebesar 42 persen dari Lebaran tahun 2019.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan/Lokal melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 127.859 kendaraan, turun sebesar 33% dari Lebaran tahun 2019.
Untuk lalu lintas harian sejak H-7 s.d H-1 Lebaran 2020, Jasa Marga mencatat lalu lintas tertinggi untuk kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari ketiga arah tersebut terjadi pada H-4 Lebaran tahun 2020, yaitu sebesar 92.668 kendaraan.
Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020.
Pemudik jangan kembali ke perantauan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), baik ke luar atau masuk Provinsi DKI Jakarta, sebagai bentuk upaya pemerintah daerah mencegah penyebaran Covid-19.
Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa aktivitas masyarakat keluar dan masuk wilayah Jakarta pada masa pandemi dilarang dengan pengecualian.
Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Warga Semarang Tetap Lakukan Tradisi Ziarah Makam
Baca: 10 Hidangan Khas Lebaran Berbagai Negara, dari Bint Alsahan Yaman hingga Mamounia Suriah
Baca: Cerita Tenaga Medis yang Habiskan Lebaran di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet: Kita Saling Menguatkan
Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar-masuk DKI Jakarta wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SKIM).
Surat izin tersebut dapat diunduh melalui situs corona.jakarta.go.id.
"Prinsipnya adalah, bahwa memang ada pengecualian untuk aktivitas pekerjaan yang dilakukan, baik oleh warga DKI yang harus melaksanakan pekerjaan di luar Jabodetabek, atau orang yang berada di luar Jabotabek yang harus ada pekerjaan di DKI,” kata Achmad Yurianto.
Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Argo Yuwono mengimbau masyarakat agar tidak kembali ke Jakarta.