Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Warga Semarang Tetap Lakukan Tradisi Ziarah Makam

Tradisi ziarah makam terlihat masih tetap dilakukan oleh sebagian warga Semarang walau kali ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-ziarah-kuburrr.jpg
Tribunnews/Jeprima
Ini penjelasan terkait ziarah kubur saat Lebaran di tengah pandemi Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tradisi ziarah makam yang dilakukan saat Idul Fitri masih kental dilakukan walau di tengah pandemi.

Hal tersebut terlihat juga di tengah-tengah warga asal Semarang, Jawa Tengah, yang masih melakukan tradisi ziarah kubur saat Idul Fitri bersama dengan keluarganya.

Sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kedung Winong, Jalan Semeru Raya, No. 10 Gajahmungkur, Semarang terpantau ramai.

Tampak beberapa warga beserta dengan kelaurganya datang ke TPU tersebut setelah salat Idul Fitri (Salat Id) selesai.

Mereka datang berziarah untuk mendoakan keluarganya yang telah berpulang.

Walaupun kegiatan tersebut tetap dilakukan di bawah protokol kesehatan Covid-19 karena Kota Semarang masuk ke dalam kategori zona merah.

Pihak pengelola makam di wilayah tersebut juga terlihat menerapkan protokol kesehatan guna mencegah adanya penularan virus corona.

Baca: Berniat Mudik ke Rumah Neneknya di Kota Tasikmalaya, Keluarga dari Jakarta ini Malah Terlantar

Baca: 10 Hidangan Khas Lebaran Berbagai Negara, dari Bint Alsahan Yaman hingga Mamounia Suriah

Baca: Cerita Tenaga Medis yang Habiskan Lebaran di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet: Kita Saling Menguatkan

Selain itu, di tepi jalan menuju pintu makam, nampak beberapa pedagang minuman dan manisan berjualan.

Di dekat pintu masuk makam disediakan tempat mencuci tangan sekaligus sabun antiseptik untuk para peziarah yang datang.

Tidak hanya itu, warga yang datang berziarah pun datang mengenakan alat pelindung diri seperti masker.

Seorang warga bernama Agus (40) warga Tembalang, Semarang, mengaku datang bersama istrinya untuk berziarah ke makam ayahnya.

Ia mengatakan jika Lebaran kali ini tak seramai dulu karena adanya pandemi Covid-19.

"Tahun ini memang tak begitu ramai, karena ada corona," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (24/5/2020).

Menurutnya berziarah ke makam keluarga saat Hari Raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi.

Namun, karena masih pandemi, dia pun tetap datang dengan mengenakan alat pelindung diri.

Tidak lupa ia dan istrinya juga mencuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pihak pengelola TPU.

"Memang sudah tradisi di keluarga. Makanya tetap datang ziarah. Tapi tetap pakai masker dan tadi juga cuci tangan," katanya.

Baca: Ibu dan Anak Nekat Sewa Ambulans demi Bisa Mudik, Bermodus Sakit Tifus

Baca: Rayakan Lebaran di Rumah, Warga Karangrejo Surabaya Pasang Tulisan di Pagar: ‘Kami Lockdown’

Baca: Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19: Meski PSBB, Masyarakat Tetap Lakukan Tradisi Berziarah

Penghasilan pembersih makam menurun

Hal ini karena pandemi corona masih berlangsung, tidak banyak peziarah yang datang seperti pada Idul Fitri tahun lalu.

Terlebih, larangan mudik pun juga dicanangkan pemerintah untuk menghindari adanya penyebaran virus corona yang semakin meluas.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved