Pasien OTG Diduga Tularkan Virus Corona ke 24 Perawat di RSUD Kota Depok

Tidak melayani pasien di zona Covid-19, 24 perawat positif corona di RSUD Kota Depok diduga tertular dari pasien tanpa gejala yang dirawat di poli.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pasien-covid-19-2.jpg
Grid.id
Ilustrasi pasien Covid-19 sedang dirawat di RS


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Belasan perawat di RSUD Kota Depok dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (21/5/2020) lalu.

Penularan virus corona yang menyerang beberapa perawat di RSUD tersebut mengakibatkan poliklinik RSUD Kota Depok ditutup selama 14 hari ke depan.

Penutupan tersebut dilakukan untuk menghindari lebih banyaknya penyebaran Covid-19 dari perawat ke pasien umum non-Covid-19.

Kemudian, Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori meminta agar 15 perawat yang terpapar virus corona tersebut segara diisolasi di RSUD.

Isolasi tersebut dilakukan segera untuk menghindari penularan ke keluarga perawat.

"Ada beberapa ruangan yang sudah kami siapkan bilamana ada tenaga kesehatan sakit. Semua tenaga kesehatan yang positif saya minta untuk dirawat di RSUD. Arahan Gugus Tugas juga seperti itu, supaya mengantisipasi penularan ke keluarganya," jelas Devi ketika dihubungi pada Jumat (23/5/2020) pagi.

Pelacakan kontak pun dilakukan untuk mengetahui sumber penularan belasan perawat tersebut.

Kemungkinan, penularan tersebut telah terjadi selama beberapa pekan tanpa diketahui karena melibatkan orang-orang tanpa gejala atau OTG corona.

Baca: Berikut Syarat Khusus Naik Kereta selama PSBB Berlangsung agar Tidak Ditolak Oleh Petugas

Baca: VIRAL Seorang Pria Asal Probolinggo Doakan Perawat Mati Kena Corona, Berujung Mohon Maaf

Baca: HOAKS, Pesan Whatsapp 7 Pasien Meninggal Dunia di RSUD Dr Moewardi, Solo Jawa Tengah

Kronologi

Sebanyak 15 perawat terkonfirmasi positif Covid-19 sejak dua minggu lalu saat dilakukannya tes swab.

Kelima-belas perawat tersebut dites swab lantaran sempat berkontak dengan 9 perawat lain yang sudah lebih dahulu dinyatakan positif Covid-19.

"Jadi intinya, sebelumnya sudah ada juga (perawat) yang positif karena screening rapid test. Dari rapid test, kami lanjutkan ke swab, ada beberapa yang positif, awalnya 9 (perawat)," jelas Devi kepada Kompas.com.

"Kami lakukan tambahan swab ke mereka yang berkontak dengan yang positif, akhirnya dapatlah yang 15 ini," lanjut dia.

Sehingga, perawat di RSUD Kota Depok yang terkonfirmasi positif kini menjadi 24 orang.

24 perawat tersebut ternyata tidak menunjukkan gejala sakit meskipun sudah terkena virus di dalam tubuh mereka.

Sumber penularan

Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori menduga jika perawatnya tertular dari pasien-pasien OTG (orang tanpa gejala).

Lantaran pihaknya dan perawat yang bekerja di rumah sakit tersebut sudah menjalankan protokol Covid-19 dengan benar dan sesuai dengan zonasi.

"Tidak jelas. Perawat di sini sudah melakukan pelayanan sesuai dengan protokol kesehatan, sesuai zonasi. Akan tetapi, diduga bisa saja ada pasien-pasien yang OTG (orang tanpa gejala), yang tidak jujur kepada perawat," ungkap Devi.

"Kita kan enggak tahu. Sekarang banyaknya kan OTG. Pasien itu sepertinya sehat, tapi ternyata dia menularkan. Itu baru dugaan," lanjut dia.

Devi melanjutkan jika ke 24 perawat yang positif tersebut sama sekali tidak ada yang melayani pasien positif di zona Covid-19.

Mereka bertugas di poliklinik yang buka 3 kali sepekan dan hanya menerima pasien non-Covid-19.

Jika menurut dari protokol layanan di poliklinik, para perawat tersebut hanya diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD) level 1.

Namun, perawat yang bekerja di zona Covid-19, harus memakai APD lengkap level 3 dengan tabir wajah (faceshield), masker N95, dan baju hazmat coverall.

Dari situ, Devi pun menduga jika sumber penularan Covid-19 kepada para perawatnya berawal dari pasien OTG Covid-19 yang dirawat dengan protokol pasien umum.

Baca: Meski Minim Klaster, Kasus Positif Covid-19 di Depok Tinggi, Epidemiolog: Penularan dari Jakarta

Baca: Sukses Cegah Covid-19, Kota Tegal Rayakan Penutupan Masa Lockdown dan PSBB dengan Pesta Kembang Api

Baca: Masyarakat Berkerumun di Mal dan Perbelanjaan, Pengunjung: Saya Tak Khawatir Corona

Evaluasi RSUD Kota Depok

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengaku akan mengevaluasi operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, sehubungan dengan kejadian ini.

Evaluasi yang akan dilakukan yakni mengenai aspek ketersediaan dan protokol penggunaan alat perlindungan diri (APD) bagi para perawat.

"Langkah ke depan, kalau benar-benar harus dibuka poli (non-Covid-19) untuk kebutuhan pasien, nanti kita lengkapi semua tenaga kesehatan-nya APD lengkap. Ini jadi pelajaran juga buat kami," jelas Idris kepada wartawan, Jumat.

Idris menambahkan, ia dan jajaran juga akan berdiskusi mengenai evaluasi poli-poli yang diizinkan beroperasi di RSUD Kota Depok.

Poliklinik non-Covid-19

Sebelumnya, beberapa poli non-Covid-19 di RSUD Kota Depok memang tetap buka untuk melayani pasien dengan keluhan dan riwayat penyakit lain, namun tak melayani rawat inap dan tak buka setiap hari.

"Rencana kami, beberapa poli yang tidak signifikan kami tutup, tapi yang signifikan kita buka, misalnya untuk menangani ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan spesialis penyakit dalam yang memang rutin, utamanya jantung dan sebagainya," ungkap Idris.

Sementara itu, Devi menekankan evaluasi pada mekanisme penapisan/screening awal pasien.

Sebab, ia pun menduga bahwa sumber penularan Covid-19 terhadap 24 perawat di RSUD Kota Depok akibat pasien di poliklinik.

Peristiwa ini setidaknya menunjukkan bahwa ada masalah dalam mekanisme penapisan, baik screening yang kurang ketat atau pasien yang kurang jujur.

"Di awal screening, lebih meng-anamnesa (pemeriksaan riwayat pasien) untuk bertanya soal kontak mereka, bagaimana aktivitasnya, kerjanya, dan keluarganya, screening lebih ketat," ujar Devi.

"Kami minta pasien-pasien secara jujur mengatakan bahwa dia ada gejala atau dicurigai PDP (pasien dalam pengawasan)," pungkas dia.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Vitorio Mantalean)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Pembawa Virus Corona Tak Tunjukkan Gejala, Tularkan Covid-19 ke 24 Perawat di Depok"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved