Nasib Kapolsek yang Diusir Kapolda Jawa Timur Karena Tidur Saat Rapat Covid-19, Dikabarkan Diganti

Begini detik-detik Kapolda Jawa Timur marah dan usir seorang Kapolsek lantaran tertidur saat rapat penanganan Covid-19


zoom-inlihat foto
kapolda-jawa-timur-irjen-muhammad-fadil-imran-3.jpg
Tribunnews.com
Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran


Kapolda pun mengimbau semua pihak serius menangani persoalan ini.

"Saya minta ini menjadi tantangan buat kita supaya kita serius," tandas dia.

Minta Warga Silaturahim lewat Video Call, Khofifah: Forkopimda Tidak Gelar Open House

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tak saling mengunjungi saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu (24/5/2020).

Masyarakat, kata dia, bisa memanfaatkan aplikasi panggilan video untuk bersilaturahlm dengan sanak saudara.

"Warga bisa memanfaatkan teknologi digital seperti panggilan video, Skype, atau Zoom, demi memutus rantai penyebaran Covid-19," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (22/5/2020) malam.

Baca: Unik, Peti Jenazah Corona Diarak Keliling Kota, Peringatkan Warga yang Nekat Berkerumun Belanja

Baca: Mall dan Jalanan Mulai Ramai Jelang Lebaran, Penggali Kubur Covid-19 Merasa Prihatin

Menurutnya, virus corona baru atau Covid-19 yang tidak terlihat berpotensi menyebar saat Lebaran.

Apalagi, jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Jawa Timur terus meningkat.

"Jumlah orang tanpa gejala (OTG) terus meningkat dan menyumbang sebagian besar temuan kasus baru di Jawa Timur," jelasnya.

Khofifah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tidak menyelenggarakan open house di Gedung Negara Grahadi atau kediaman pribadi pada Lebaran tahun ini.

"Tahun ini kami sudah sepakat tidak menggelar open house," jelasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (kiri) saat meninjau penindakan pelanggar PSBB di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (2/5/2020) tengah malam.(KOMPAS.COM/A. FAIZAL)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) bersama Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (kiri) saat meninjau penindakan pelanggar PSBB di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (2/5/2020) tengah malam.(KOMPAS.COM/A. FAIZAL) (KOMPAS.COM/A. FAIZAL)

Tambahan 153 kasus positif

Pada Jumat (22/5/2020), terdapat tambahan 153 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur. Rinciannya, 51 kasus dari Surabaya, 28 kasus dari Gresik, 27 kasus dari Sidoarjo, 18 kasus dari Kabupaten Kediri, empat kasus dari Pacitan, dan masing-masing tiga kasus positif dari Kabupaten Madiun dan Nganjuk.

Kemudian, masing-masing dua kasus dari Kabupaten Mojokerto, Tulungagung, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

Lalu, masing-masing satu kasus dari Jombang, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Mojokerto, dan Bangkalan.

Terakhir, tambahan dua kasus positif Covid-19 dari kelompok anak buah kapal (ABK).

Sehingga, terdapat 3.095 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur hingga Jumat (22/5/2020).

Sementara itu, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 juga bertambah sebanyak 13 orang.

Rinciannya, masing-masing tiga pasien dari Kabupaten Madiun dan Nganjuk, dua orang dari Kabupaten Malang.

Baca: Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi Pastikan Tak Gelar Open House

Baca: Ada PSBB, Ini Alasan Polisi Tetap Izinkan Warga Mudik Lokal Jabodetabek saat Idulfitri

Selain itu, terdapat masing-masing satu orang dari Lumajang, Sidoarjo, Tuban, Kabupaten Blitar, dan Surabaya.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved