TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang Lebaran, masyarakat justru berbondong-bondong datang ke pusat perbelanjaan.
Padahal, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilonggarkan.
Masyarakat terlihat meramaikan pasar dan pusat perbelanjaan untuk belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19.
Kebiasaan membeli baju jelang Lebaran ini memang sudah menjadi kebiasaan umat Muslim di Indonesia ketika hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Alih-alih mematuhi protokol kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19, masyarakat justru tak mengindahkannya.
Bahkan, para tenaga medis yang menangani Covid-19 sempat mengungkapkan kekecewaannya dengan tagar 'Indonesia Terserah'.
Akibatnya hal ini menambahkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.
Rupanya, situasi ini juga membuat penggali kubur prihatin.
Dikutip dari Tribun Jakarta, Imang Maulana (49), penggali kubur yang sehari-hari bekerja di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur merasa prihatin.
Sehari-hari, ia bekerja sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
Baca: Soal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak, Ustaz Yusuf Mansur: Tak Perlu Membanding-bandingkan
Baca: Mahfud MD Beri Jawaban Atas Kekecewaan MUI Soal Masjid Ditutup Tetapi Mall Tetap Dibuka
Imang juga mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya mengaku kewalahan menangani jenazah yang datang setiap hari.
"Ya amat prihatin aja dengan perilaku masyarakat kebanyakan. Padahal kita sudah kewalahan menyiapkan lubang untuk jenazah Covid-19," ungkapnya pada Jumat (22/5/2020).
Imang melihat, informasi jumlah jenazah Covid-19 yang melonjak dianggap sebagai angin lalu saja.
Masyarakat yang melanggar mungkin harus terpapar dulu baru sadar.
"Padahal di media diumumkan kalau yang positif terpapar virus Covid-19 melonjak. Masyarakat seolah buta dan tuli."
"Atau haruskah terpapar dahulu baru kemudian kesadaran itu muncul. Haruskah lebih dahulu tertular baru kemudian menyesal. Saya cuma bisa ngenez aja," lanjutnya.
Baca: Ibu-Ibu Belanja Baju Lebaran Pakai Uang Bansos, Wali Kota Bogor Bima Arya Sampaikan Rasa Kecewa
Baca: Berikut Cara Berbelanja Aman di Pasar dan Supermarket di Tengah Pandemi Corona Menurut WHO
Ia berharap masyarakat dapat sadar dan peduli serta mematuhi aturan dari pemerintah.
Agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
"Harapannya agar semua pihak masyarakat lebih sadar diri untuk peduli akan pentingnya upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19.
Sebelum lebih banyak lagi korban berjatuhan. Mari kita sayangi nyawa kita. Nyawa anak istri kita, keluarga, tetangga dan sekitar kita," ujarnya.