Mall dan Jalanan Mulai Ramai Jelang Lebaran, Penggali Kubur Covid-19 Merasa Prihatin

Penggali kubur merasa prihatin dengan keadaan masyarakat yang tidak peduli dengan bahaya Covid-19 dan nekat berbelanja di tengah pandemi Covid-19.


zoom-inlihat foto
penguburan-atau-kubur-pasien-virus-corona-covid-19.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Penggali kubur merasa prihatin dengan situasi yang memperlihatkan masyarakat tidak peduli dengan bahaya Covid-19.


Penggali kubur merasa prihatin dengan keadaan masyarakat yang tidak peduli dengan bahaya Covid-19 dan nekat berbelanja di tengah pandemi Covid-19.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jelang Lebaran, masyarakat justru berbondong-bondong datang ke pusat perbelanjaan.

Padahal, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilonggarkan.

Masyarakat terlihat meramaikan pasar dan pusat perbelanjaan untuk belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19.

Kebiasaan membeli baju jelang Lebaran ini memang sudah menjadi kebiasaan umat Muslim di Indonesia ketika hendak merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Alih-alih mematuhi protokol kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19, masyarakat justru tak mengindahkannya.

Bahkan, para tenaga medis yang menangani Covid-19 sempat mengungkapkan kekecewaannya dengan tagar 'Indonesia Terserah'.

Akibatnya hal ini menambahkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia.

Rupanya, situasi ini juga membuat penggali kubur prihatin.

Dikutip dari Tribun Jakarta, Imang Maulana (49), penggali kubur yang sehari-hari bekerja di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur merasa prihatin.

Sehari-hari, ia bekerja sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Baca: Soal Perbedaan Mall Tetap Buka dan Masjid Tidak, Ustaz Yusuf Mansur: Tak Perlu Membanding-bandingkan

Baca: Mahfud MD Beri Jawaban Atas Kekecewaan MUI Soal Masjid Ditutup Tetapi Mall Tetap Dibuka





Halaman
1234
Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved