Candi Jawi

Candi Jawi merupakan candi peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun untuk penyimpanan abu raja terakhir Singarasi, Raja Kertanegara.


zoom-inlihat foto
candi-jawi-jawa-timur.jpg
idsejarah.net
Candi Jawi yang berlokasi di esa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur ini merupakan candi bercorak agama Hindu-Budha.

Candi Jawi merupakan candi peninggalan Kerajaan Singasari yang dibangun untuk penyimpanan abu raja terakhir Singarasi, Raja Kertanegara.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Jawi adalah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 yang juga merupakan peninggalan bersejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singasari.

Candi ini terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan.

Lokasi Candi Jawi berada di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan.

Candi Jawi banyak dikira sebagai tempat pemujaan atau tempat peribadatan Buddha, tetapi sebenarnya merupakan tempat pendharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, Kertanegara.

Sebagian dari abu tersebut juga disimpan pada Candi Singhasari.

Kedua candi ini ada hubungannya dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara. (1)

Bangunan candi dapat dikatakan masih utuh karena telah berkali-kali mengalami pemugaran.

Candi Jawi dipugar untuk kedua kalinya tahun 1938-1941 dari kondisinya yang sudah runtuh.

Akan tetapi, pemugaran tidak dapat dituntaskan karena banyak batu yang hilang dan baru disempurnakan pada tahun 1975-1980. (2)

Baca: Candi Jago

Baca: Candi Gunung Gangsir

Baca: Candi Bajangratu

  • Sejarah


Dalam Negarakertagama pupuh 56 disebutkan bahwa Candi Jawi didirikan atas perintah raja terakhir Kerajaan Singasari, Kertanegara.

Candi ini dibangun untuk tempat beribadah bagi umat beragama Syiwa-Buddha.

Raja Kartanegara adalah seorang penganut ajaran Syiwa Buddha.
Selain sebagai tempat ibadah, Candi Jawi juga merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Kertanegara.

Hal ini memang agak mengherankan, karena letak Candi Jawi cukup jauh dari pusat Kerajaan Singasari.

Diduga hal itu disebabkan karena rakyat di daerah ini sangat setia kepada raja dan banyak yang menganut ajaran Syiwa-Buddha.
Dugaan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa saat Raden Wijaya, menantu Raja Kertanegara, melarikan diri setelah Kertanegara dijatuhkan oleh Raja Jayakatwang dari Gelang-gelang (daerah Kediri),

Ia pun diketahui sempat bersembunyi di daerah ini, sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.

Salah satu keunikan Candi Jawi adalah batu yang dipakai sebagai bahan bangunannya terdiri dari dua jenis.

Dari Kaki sampai selasar candi dibangun menggunakan batu berwarna gelap, sedangkan tubuh candi menggunakan batu putih.

Kemudian, atap candi ini menggunakan campuran batu berwarna gelap dan putih.

Diduga, candi ini dibangun dalam dua masa pembangunan.

Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa pada tahun 1253 Saka (candrasengkala: Api Memanah Hari) Candi Jawi disambar petir.
Dalam kejadian itu arca Maha Aksobaya menghilang.

Hilangnya arca tersebut sempat membuat sedih Raja Hayam Wuruk ketika baginda mengunjungi Candi Jawi.

Setahun setelah disambar petir, Candi Jawi pun dibangun kembali.
Pada masa inilah diperkirakan mulai digunakannya batu putih sebagai bahan dasar bangunan.

Penggunaan batu putih tersebut juga mengundang pertanyaan, karena yang terdapat di kawasan G. Welirang kebanyakan adalah batu berwarna gelap.

Kemungkinan batu-batu tersebut didatangkan dari pesisir utara Jawa atau Madura. (3)

Baca: Candi Kedulan

Baca: Candi Gebang

Baca: Candi Barong

  • Bangunan


Candi Jawi menempati lahan yang cukup luas, sekitar 40 x 60 meter persegi, dan terbuat dari batu andesit yang dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter.

Bangunan candi dikelilingi oleh parit yang saat ini dihiasi oleh bunga teratai.

Bentuk candi ini berkaki Siwa dan berpundak Buddha.

Ketinggian candi ini sekitar 24,5 meter dengan panjang 14,2 m dan lebar 9,5 m.

Bentuknya yang tinggi dan ramping, terlihat mirip seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang bentuknya merupakan paduan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya.

Pintu utama Candi Jawi ini menghadap ke arah timur.

Posisi pintu ini oleh sebagian ahli dipakai alasan untuk mempertegas bahwa candi ini bukan tempat pemujaan atau pradaksina (upacara penghormatan terhadap dewa, disebut Dewayadnya atau dewayajña).

Hal itu didasarkan dengan kepercayaan candi untuk peribadatan menghadap ke arah gunung, tempat yang dipercaya sebagai tempat persemayaman kepada Dewa.

Candi Jawi justru membelakangi Gunung Penanggungan.

Sementara ahli lain ada pula yang beranggapan bahwa candi ini tetaplah candi pemujaan, dan posisi pintu yang tidak menghadap ke gunung karena pengaruh dari ajaran Buddha. (4)

Kaki candi berdiri di atas batur (kaki candi) setinggi sekitar 2 meter dengan pahatan relief yang memuat kisah tentang seorang pertapa wanita.

Pahatan yang rumit memenuhi sisi kiri dan kanan tangga menuju selasar candi.

Sedangkan sisi tangga dari selasar menuju ke lantai candi dihiasi sepasang arca binatang bertelinga panjang.

Di sekeliling tubuh candi terdapat selasar yang cukup lebar.

Bingkai pintunya polos tanpa pahatan, namun di atas ambang pintu terdapat pahatan kalamakara, lengkap dengan sepasang taring, rahang bawah, serta hiasan di rambutnya, memenuhi ruang antara puncak pintu dan dasar atap. (5)

Candi Jawi 1
Bangunan Candi Jawi bercorak Hindu-Budha, yang ditandai dengan bentuk candi berkaki Siwa dan berpundak Buddha

  • Lokasi dan Akses


Candi Jawi berlokasi di desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, sekitar 31 kilometer dari kota Pasuruan.

Tepatnya di pertengahan jalan raya antara Kecamatan Pandaan - Kecamatan Prigen dan Pringebukan.

Untuk menuju lokasi candi ini, pengunjung bisa datang dari arah Surabaya dan berkendara sekitar 40 menit.

Bagi yang ingin naik transportasi umum, sebaiknya memakai bus dari arah Surabaya maupun Malang, kemudian turun di Terminal Pandaan.

Setelah itu naik angkutan Jurusan Tretes atau Trawas kemudian turun di depan Komplek Candi Jawi.

Candi tersebut terletak di pinggir jalan raya jurusan Pandaan – Prigen.

Pengunjung yang datang ke candi ini tidak dikenakan biaya retribusi masuk. (6)



Nama Candi Candi Jawi
Lokasi Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
Google Map https://goo.gl/maps/mt3KjbV6HGY8ycUH8
   


Sumber :


1. id.wikipedia.org
2. faktualnews.co
3. candi.perpusnas.go.id


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved