Pakar Ungkap Alasan Mendasar Virus Corona Berasal dari Alam, Bukan Buatan Manusia

Virus corona diduga kuat berasal dari kelelawar, kemudian menular antar hewan, bermutasi, dan dapat menular ke manusia


zoom-inlihat foto
ilustrasi-virus-corona-2.jpg
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Beberapa orang percaya virus corona buatan manusia. Namun, pakar memberi alasan virus corona bukan buatan manusia, melainkan ada secara alami.


Virus corona diduga kuat berasal dari kelelawar, kemudian menular antar hewan, bermutasi, dan dapat menular ke manusia

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa orang percaya teori konspirasi yang menyatakan bahwa virus corona penyebab Covid-19 adalah produk manusia.

Mereka masih percaya teori tersebut meski para ilmuwan dunia telah membantahnya.

Selain itu, para ilmuwan tersebut juga sudah memberi banyak bukti yang menunjukkan bahwa virus corona secara alami ada di alam.

Ini artinya, virus corona bukan buatan manusia, bukan buatan China, dan bukan buatan Amerika.

Virus corona diduga kuat berasal dari kelelawar, kemudian menular antar hewan, bermutasi dan dapat menular ke manusia, hingga akhirnya menyebar luas dan telah menginfeksi 5,2 juta orang di seluruh dunia.

Ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, menjelaskan lebih lanjut bagaimana virus corona 100 persen berasal dari alam dan tak ada campur tangan manusia.

Perlu diketahui, ketika para ilmuwan ingin membuat atau merekayasa sesuatu, entah virus, hormon, bakteri, dan lain sebagainya, ilmuwan akan melihat yang ada di alam dan sangat teliti dalam melakukannya.

Sebagai contoh, ada ilmuwan yang ingin melakukan rekayasa insulin pada penyakit diabetes.

Maka peneliti akan mengambil insulin dari manusia, insulin tersebut disalin persis, dan diperbanyak.

Baca: Pakai Strategi Sederhana, 3 Negara di Asia Ini Berhasil Taklukkan Virus Corona, Bagaimana Caranya?

Baca: Bukan Wuhan China atau Amerika Serikat, Ahli Prediksi Tempat Ini Jadi Sarang Corona Terbesar Dunia

Ilustrasi virus Corona
Ilustrasi virus Corona (Freepik)

Ketika sekuens dalam insulin tersebut sudah baik atau bagus, para peneliti tidak akan melakukan perubahan apa pun agar fungsinya tidak berubah.





Halaman
1234
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved