TRIBUNNEWSWIKI.COM - Syarat yang harus dipenuhi oleh calon penumpang pesawat yakni membawa surat tugas, surat keterangan kesehatan, dan hasil rapid test.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta, Anas Ma'ruf, mengingatkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat sebelum melakukan penerbangan.
Selain membawa surat tugas perjalanan dan surat kesehatan, penumpang kini wajib membawa surat hasil rapid test.
Punya dokumen perjalanan, kemudian juga punya surat keterangan kesehatan dan juga yang penting adalah bebas atau punya hasil rapid test," kata Anas di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2020).
Anas menambahkan, calon penumpang yang tidak memiliki persyaratan tersebut, salah satunya hasil rapid test, maka ia tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat.
Tidak hanya itu, mereka juga tidak diperbolehkan untuk membeli tiket pesawat.
Kini, pembelian tiket pesawat untuk sementara waktu tidak dapat dilakukan secara online, melainkan hanya dilayani langsung di tempat.
Pembelian tiket hanya dilakukan di tempat-tempat yang telah ditunjuk oleh maskapai penerbangan.
Baca: Bima Arya Terjun ke Lapangan Lihat Situasi Ramai di Pasar Jelang Lebaran: Rasanya Campur Aduk
Baca: Pemprov Jatim Siapkan Sistem Ganjil Genap untuk Antisipasi Kluster Covid-19 dari Pasar Tradisional
Baca: Pemkot Bekasi Perbolehkan Salat Idulfitri di Masjid, Epidemiolog: Siap-siap Kluster Baru Covid-19
Anas menyarankan, rapid test dilakukan 7 sampai 10 hari sebelum calon penumpang melakukan perjalanan supaya hasilnya dinyatakan valid.
"Ada beberapa yang menggunakan 14 hari, itu bisa kita terima sesuai dengan rapid test yang digunakan. Tapi rata-rata 7 sampai 10 hari sesuai denyan pedoman penanggulangan covid," terang Anas.
Calon penumpang yang membawa surat keterangan sehat tetapi tidak memiliki surat hasil rapid tes atau suratnya tidak valid, kata Anas, tidak akan diizinkan untuk terbang.
Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa resiko yang akan terjadi.
"Karena kan kita dalam masa pandemi Covid-19 ini yang penting adalah menjamin supaya alat angkut itu berjalan dengan sehat, alat angkutnya, krunya semuanya dalam kondisi sehat sehingga tidak menjadi risiko untuk penyebaran Covid-19," ujarnya.
Seluruh dokumen persyaratan tersebut, nantinya akan diperiksa oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebelum calon penumpang diizinkan masuk bandara.
Untuk memastikan kesehatan calon penumpang, dilakukan pengecekan kesehatan di bandara, seperti pengukuran suhu tubuh dan saturasi oksigen calon penumpang.
Setelah semuanya dipastikan memenuhi syarat, barulah calon penumpang mendapatkan surat izin kesehatan yang diterbitkan oleh kantor kesehatan pelabuhan (KKP).
Karena adanya pengecekan sejumlah dokumen, Anas menyarankan agar calon penumpang tiba di bandara beberapa jam lebih awal dari waktu keberangkatan.
"Tiga jam sebelum terbang sebaiknya sudah tiba di bandara," kata dia.
Baca: Minum Oplosan yang Dicampur Disinfektan, Satu Remaja Tewas dan Dua Lainnya Kritis
Baca: Jokowi Luncurkan 55 Produk Inovasi untuk Tangani Wabah Covid-19 yang Terus Bertambah di Indonesia
Ratusan penumpang tidak diperbolehkan terbang
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Anas Maruf mengatakan sudah ada ratusan calon penumpang yang ditolak terbang dari Bandara Soetta.
"Sudah lebih dari 100 calon penumpang yang keberangkatannya ditolak," tutur Anas dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).
Mereka ditolak pada saat pemeriksaan dokumen di checkpoint pertama oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang bertugas di Bandara.