MUI Pertanyakan Sikap Pemerintah yang Tegas Larang Kumpul di Masjid Tetapi Tak Larang Belanja di Mal

MUI menilai sikap pemerintah dalam penanganan pengunjung mal di tengah pandemi Covid-19 berbeda dengan orang yang berkumpul di masjid.


zoom-inlihat foto
wasekjend-mui-sholahuddin-al-aiyub-sekretaris-jenderal-mui-anwar-abbas.jpg
Kompas.com/Kristian Erdianto
MUI nilai sikap pemerintah berbeda dalam penanganan wabah Covid-19.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah dinilai memiliki perbedaan sikap terkait penanganan wabah Covid-19.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) sikap pemerintah dalam penanganan pengunjung mal di tengah pandemi Covid-19 berbeda dengan orang yang berkumpul di masjid.

Dalam hal ini pemerintah justru dengan tegas melarang orang-orang untuk berkumpul di masjid.

Di sisi lain, pemerintah tidak mengambil tindakan tegas terkait pengunjung mal yang nekat berbelanja di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini menjadi pertanyaan Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas.

"Yang menjadi pertanyaan mengapa pemerintah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid, tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, mal, bandara, kantor dan pabrik?" kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (17/5/2020).

Anwar menyebut, dibeberapa daerah bahkan para petugas mengingatkan masyarakat agar tidak berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat Jumat maupun salat Tarawih.

Berbanding terbalik dengan keadaan di mal.

Baca: MUI Jakarta Imbau Warga Lakukan Halalbihalal Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19 Lewat Media Sosial

Baca: MUI Sampaikan Adanya Pertentangan Kebijakan Pemerintah Saat Tangani Covid-19 di Masjid & Tempat Umum

Bahkan tidak ada petugas yang menggunakan pengeras suara untuk melarang masyarakat umum menjauhi kerumuman.

Menurut Anwar, sikap pemerintah ini menjadi sebuah ironi yang sulit diterima akal sehat.

"Hal demikian tentu saja telah mengundang tanda tanya di kalangan umat apalagi melihat pihak pemerintah dan petugas tahunya hanya melarang dan itu mereka dasarkan kepada fatwa MUI," ujarnya.

Menurut Anwar, jika pemerintah bersikap tegas dengan tidak berkerumun di masjid maupun mal, ia yakin masyarakat bisa menerima.

Anwar pun meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan yang mereka terapkan selama pandemi Covid-19, serta dengan tegas menegakkan aturan.

Mal SGC di Cikarang terpaksa ditutup sementara karena banyak pengunjung belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19.
Mal SGC di Cikarang terpaksa ditutup sementara karena banyak pengunjung belanja baju lebaran di tengah pandemi Covid-19. (Tribun Jabar/Handika Rahman)

"Pemerintah harus bisa mengevaluasi kebijakan dan tindakannya yang ada selama ini, kemudian membuat aturan yang jelas serta memberikan perlakuan yang sama untuk semuanya," ujar Anwar.

"Sehingga semua elemen masyarat dapat dengan ikhlas menerimanya, benar-benar hormat serta tunduk dan patuh kepada ketentuan yang ada dengan sebaik-baiknya," tutur dia.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir di media sosial ramai membahas video yang memperlihatkan warga berbondong-bondong belanja di mal.

Baca: Lebaran di Tengah Corona, MUI Imbau Warga Tidak Lakukan Takbiran Keliling di Jalanan

Baca: Warga Berkerumun Belanja Baju Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Mal SGC Cikarang Ditutup Sementara

Alih-alih menghindari kerumuman, para pengunjung mal justru rela berjubel untuk membeli baju lebaran.

Seperti halnya yang terjadi di Indramayu, ribuan pengunjung menyerbu Toserba Yogya dan Ria Busana.

Membeludaknya pengunjung yang ingin berbelaja untuk baju Lebaran ini dikhawatirkan justru akan menyebarkan virus corona.

Baca: Belanja Baju Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19 Ternyata Punya Risiko, Pakar Imbau Lakukan Hal Ini

Baca: Nekat Beli Baju Lebaran, Para Pengunjung Toserba di Indramayu Berhamburan saat Digrebek Petugas

Bahkan anjuran untuk menjaga jarak pun mulai tak diindahkan oleh para pengunjung.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved