Presiden Jokowi Minta Rakyat Indonesia Bersiap Hadapi Era Normal Baru

Dalam kondisi sekarang ini, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi era normal baru.


zoom-inlihat foto
presiden-jokowi-22.jpg
Kompas.com
Presiden Jokowi di Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang dilakukan secara virtual, Kamis (14/5/2020) pagi. Jokowi mengajak masyarakat berdoa supaya wabah corona segera pergi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wabah virus corona di Indonesia masih menjadi fokus utama masyarakat Tanah Air.

Dalam kondisi sekarang ini, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat bersiap untuk menghadapi era normal baru, kembali beraktivitas secara normal.

Namun, yang harus digaris bawahi, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca: WHO Peringatkan Pemicu Covid-19 Sulit Diberantas dan Hilang Meski Ada Vaksin

Baca: Jelang Lebaran, Mal di Surabaya Masih Padat Pengunjung, Gugus Tugas Covid-19 Gelar Operasi

Menko PMK Muhadjir Effendy di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/2/2020).
Menko PMK Muhadjir Effendy di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (5/2/2020). (Tribunnews.com/ Taufik Ismail)

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat dengan Presiden, Senin (18/5/2020), menjelaskan jika Jokowi menekankan pentingnya rakyat yang harus siap guna menghadapi kehidupan normal baru.

"Bapak Presiden menekankan pentingnya kita harus bersiap siaga untuk menghadapi era normal baru, kehidupan normal baru," kata Muhadjir.

"Di mana kita akan berada dalam situasi yang beda dengan normal sebelumnya," katanya.

Muhadjir menjelaskan, dalam rapat itu dibahas upaya guna melakukan relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Langkah relaksasi ini diambil dalam rangka guna meningkatkan atau memulihkan produktivitas ekonomi.

Akan tetapi, belum diputuskan kapan relaksasi akan dilaksanakan.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Tribun Timur)

"Untuk itu, kemudian Bapak Presiden telah menetapkan perlunya ada kajian yang cermat dan terukur, dan melibatkan banyak pihak untuk mempersiapkan tahapan-tahapan pengurangan PSBB," tutur Muhadjir.





Halaman
12
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved