Informasi Awal #
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Candi Abang adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Candi ini berada tidak jauh dari Candi Banyunibo dan Candi Barong, yaitu di Dusun Candiabang, Kelurahan Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Lokasi candi ini juga berdekatan dengan Bandara Adisucipto, Yogyakarta.
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Meskipun demikian, candi ini diperkirakan mempunyai umur yang lebih muda dari candi-candi Hindu lainnya.
Beberapa orang menganggap Candi Abang merupakan tempat penyimpanan harta karun pada zaman dahulu kala, oleh karena itu sering dirusak dan digali oleh orang tidak bertanggung jawab.
Mereka beralasan mencari harta peninggalan sejarah dan barang berharga yang bisa dijual ke kolektor seni dengan harga tinggi.
November 2002, terdapat penemuan pengrusakan candi oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab. (1)
Baca: Candi Selogriyo
Baca: Candi Sajiwan
Baca: Candi Pringapus
Sejarah #
Keutuhan candi sudah tidak lagi sempurna.
Namun, bukan berarti kecantikan dan keunikan sudah purna.
Candi Abang masih kokoh berdiri di puncak bukit dengan bahan bangunan batu bata.
Ukuran alas Candi Abang mempunyadi diameter sekitar 36 x 34 meter dan tingginya belum bisa diperkirakan.
Candi ini berbentuk seperti piramida, dengan sumur di tengahnya.
Tterdapat tangga masuk dan dibuat dari batu putih alias gamping.
Selain itu, ada sebagian batu-batu andesit yang belum diketahui fungsinya.
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Candi yang berbentuk seperti piramid ini dinamakan Candi Abang karena terbuat dari batubata yang berwarna merah (abang dalam bahasa Jawa).
Bentuk candi ini berupa bukit dan sekarang banyak ditumbuhi rerumputan sehingga dari jauh nampak mirip seperti gundukan tanah atau bukit kecil.
Pada waktu pertama kali ditemukan, dalam candi ini terdapat arca dan alas yoni lambang dewa Siwa berbentuk segidelapan (tidak berbentuk segi empat, seperti biasanya) dengan sisi berukuran 15 cm.
Beberapa orang menganggap Candi Abang merupakan tempat penyimpanan harta karun pada zaman dahulu kala, oleh karena itu sering dirusak dan digali oleh orang tidak bertanggung jawab.
Candi Abang sebenarnya hanyalah gundukan tanah di atas bukit.
Bukit ini jika di musim hujan akan berwarna hijau, sedangkan di musim kemarau menjadi gersang.
Candi Abang baru akan terlihat berwarna abang (merah) jika kondisinya benar-benar kemarau dan kering.
Seperti pada umumnya, kebanyakan candi di bangun di atas bukit, karena pada masa lalu tempat yang lebih tinggi dianggap sebagai tempat yang suci (tempat tinggalnya dewa-dewi). (2)
Keunikan Candi Abang #
Pada umumnya candi di Jawa Tengah adalah bangunan candi yang dibangun dengan batu andesit.
Batu andesit bukanlah satu-satunya batu yang digunakan sebagai penyusun candi, ada juga batu bata merah.
Di sinilah letak ciri khas dan perbedaan Candi di Jawa Tengah dan di Jawa Timur.
Pada umumnya, Candi di Jawa Tengah terbuat dari batu andesit, sedangkan candi di Jawa Timur terbuat dari batu bata merah.
Kalau dilihat dari kualitas tahan lama, tentu batu andesit lebih tahan lama.
Berbeda dengan candi peninggalan Majapahit di Jawa Timur yang umumnya terbuat dari batu bata merah.
Candi-candi Majapahit yang terbuat dari batu bata merah rata-rata sudah tidak berbentuk candi lagi, hanya reruntuhan.
Kondisi candi berbatu bata merah yang ada di Jawa Timur saat ini rata-rata sudah hasil rekonstruksi dari gambar candi yang ada di buku History of Java milik Raffles.
Jadi sudah hasil pemugaran untuk pariwisata.
Padahal candi-candi di Jawa Timur rata-rata usianya lebih muda dibandingkan candi-candi di Jawa Tengah.
Sedangkan candi di Jawa Tengah dibangun pada masa kekuasaan Mataram Kuno, sebuah era yang jauh lebih tua dari Majapahit.
Itu sebabnya, Candi Abang menarik karena agak tidak lazim saja jika ada candi berbahan batu bata merah di daerah Jawa bagian tengah, khususnya di Yogyakarta.
Sayangnya relief yang ada di Candi Abang karena candinya terkubur di dalam tanah.
Di lokasi candi tersebut ditemukan yoni, sebagai penanda bahwa candi tersebut merupakan peninggalan agama Hindu.
Yoni yang ada di candi tersebut berbentuk heksagon atau segi delapan dengan setiap sisinya berukuran 15 cm.
Di kawasan Candi Abang, tepatnya sisi Selatan candi ada batu yang menyerupai kodok.
Oleh masyarakat setempat dinamai Batu Kodok, meski tanpa ada penjelasan lengkap terkait keberadaan batu tersebut.
Di puncak candi, ada sumur yang diberi nama sumur Bandung.
Masyarakat setempat masih ada yang mempercayai bahwa Candi Abang dijaga seorang tokoh yang dituakan dan dihormati.
Ia bernama Kyai Jagal, yang memiliki badan besar dan berambut panjang.
Kyai Jagal merupakan pelindung dari segala kerusakan.
Pada zaman Jepang, penduduk sering berlindung di candi tersebut, karena ada kepercayaan Kyai Jagal akan melindungi mereka.
Terdapat kisah tentang sebongkah emas sebesar anak kerbau yang dipercaya ada di dalam tubuh Candi Abang, tetapi tidak ada seorang pun yang berani membuktikannya.
Ada juga cerita warga lokal, saat-saat tertentu apabila diatas candi ada awan maka awan itu akan berwarna merah.
Tidak semua orang akan melihat hanya orang orang yang dikehendaki saja yang bisa melihatnya. (3)
Baca: Candi Pawon
Baca: Candi Ngawen
Lokasi dan Akses #
Lokasi Candi Abang berada disebelah timur kota Yogyakarta dan berada diatas bukit kecil dengan pemandangan yang indah dan ditumbuhi pepohonan yang lebat.
Berbeda dengan Candi Ijo yang memang berada diperbukitan dengan dataran tinggi, Candi Abang berada di dataran rendah namun berada di bukit kecil yang menjulang.
Alamat Candi Abang tepatnya berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rute menuju Candi Abang dapat ditempuh dari arah kota Yogyakarta.
Untuk rute dari Kota Yogyakarta, pengunjung harus menempuh perjalanan menuju Jalan Jogja-Wonosari hingga pertigaan Piyungan belok ke kiri atau menuju arah utara memasuki Jalan Prambanan-Piyungan.
Kemudian, nanti akan ada papan nama Candi Abang di persimpangan Berbah.
Pengunjung bisa belok kiri terus ikuti jalan hingga anda menemui bukit kecil dan mulai di titik ini jalanan sudah mulai menanjak hingga sampai di Candi Abang.
Selain itu, dari arah kota Yogyakarta, bisa dari arah JEC dan persimpangan Blok-O ketimur ikuti jalan Berbah hingga menjumpai bukit Candi Abang.
Jarak dari Kota Jogja ke Candi Abang kurang lebih adalah 13 KM dan waktu tempuh normal kendaraan bermotor dari Kota Jogja menuju Candi Abang sekitar 34 menit.
Untuk dapat masuk ke area Candi Abang saat ini pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000 per orang.
Sedangkan untuk harga parkir Candi Abang, yakni Rp. 2.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil. (4)
| Nama Candi | Candi Abang |
|---|
| Lokasi | Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. |
|---|
| Google Map | https://goo.gl/maps/bkhDpXSd4HdcGdKz9 |
|---|
Sumber :
1. id.wikipedia.org
2. candi.perpusnas.go.id
3. www.alodiatour.com