Jemput Paksa Santri Positif Covid-19, Bupati Madiun Justru Diadang Orangtua Santri dan Dituduh Zalim

Tak hanya diadang, ayah kandung dari santri tersebut malah sempat membaca doa dengan suara keras dan menuding Bupati Madiun telah bertindak zalim


zoom-inlihat foto
ilustrasicovid-19.jpg
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
ILUSTRASI - Bupati Madiun diadang saat menjemput paksa santri yang positif Covid-19


“Di kluster terakhir (pondok pesantren Temboro) saya seringkali mendatangi langsung ke rumahnya. Karena keluarganya seringkali sulit dijelaskan meski sudah dikasih tahu anaknya positif Covid-19. Bahkan, beberapa keluarga pasien keluar rumah menghalangi petugas yang hendak membawa pasien. Untuk itu saya datangi sendiri,” kata Kaji Mbing.

Baginya yang merupakan kepala daerah, Kaji Mbing memiliki tanggung jawab besar terahadap keselamatan warganya di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu ia akan turun langsung ke lokasi manakala tim penjemput mendapatkan masalah dengan keluarga pasien positif corona.

“Saya harus bertanggung jawab seperti itu manakala pemerintah desa dan pemerintah kecamatan kesulitan meyakinkan orangtua pasien, memahamkan mereka,” ujar Kaji Mbing.

Baca: Malu Ditonton Saat Dijemput Petugas Medis, Pasien Positif Corona Marah dan Peluk Para Tetangganya

Baca: RSUD dr. Soedono Madiun

Kaji Mbing pun merasa prihatin di tengah wabah corona yang belum padam masih ada warganya yang nekat menghalangi petugas saat hendak menjemput anggota keluarga yang positif Covid-19.

Padahal misi tim penjemput itu hendak menyelamatkan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebenarnya saya merasakan mereka itu sudah mendengar anjuran pemerintah. Tetapi, kenapa masih ada seperti itu. Padahal, semua petugas yang di lapangan harus pulang larut malam dan taruhannya nyawa semua. Mereka juga punya keluarga semuanya,” ujar Kaji Mbing.

Kaji Mbing meyakinkan kedatangan pemeritah untuk melindungi dan menyelamatkan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Meski membawa aparat Polri dan TNI, penjemputan paksa seorang pasien itu tidak dipaksa dilakukan secara fisik.

“Nanti kalau dipaksa malah terkesan kriminal dan berbeda lagi,” ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Bupati Madiun Dihadang Orangtua Saat Jemput Paksa Santri Positif Corona"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved