Luhut Binsar Pandjaitan Sebut PSBB Bisa Dilonggarkan di Beberapa Kota Ini, Berikut Tahapannya

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota berikut karena kurva telah melandai.


zoom-inlihat foto
luhut0011.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Maritim dan Investasi sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota berikut karena kurva telah melandai. Foto diambil saat Luhut Binsar Panjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


Pertimbangan juga didasarkan pada kesiapan masyarakat.

"Tidak boleh kendor. Kalau masyarakat tidak siap, tentu hal ini tidak mungkin dilakukan dan timing dilihat dari kepatuhan masyarakat di tiap daerah yang akan dikakukan pelonggaran.”

“Manakala kepatuhan kecil kita tidak boleh ambil risiko," ucap Doni.

Kriteria ketiga adalah prioritas.

Doni mengatakan, prioritas merujuk pada daerah dan bidang apa saja yang akan diprioritaskan saat pelonggaran PSBB dilakukan.

Namun, prioritas daerah mana yang akan dilonggarkan itu tak boleh sampai menimbulkan respons negatif di masyarakat.

"Bidang pangan, pasar, restoran, atau yang berhubungan dengan kegiatan untuk menghindari masyarakat terkena PHK akan dipriroritaskan (pelonggaran)," tutur Doni.

Sedangkan, kriteria terakhir adalah koordinasi pusat dan daerah.

Pria yang juga Kepala BNPB ini mengatakan pentingnya koordinasi pusat dan daerah dalam memberikan pelonggaran agar tak mendapat penolakan dari masyarakat. 

"Ini penting sekali, jangan sampai nanti diberi kelonggaran ada penolakan.”

“Jangan sampai juga daerah minta pelonggaran, tapi pusat lihat belum waktunya," ujar Doni.

Luhut sebut kurva Covid-19 melandai akhir Mei 2020

Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penyebaran virus corona di Indonesia akan melandai mulai akhir Mei 2020.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengamatan yang dilakukan pemerintah terhadap penyebaran corona di Indonesia.

“Mudah-mudahan Covid-nya makin cepat dan dari hasil kita punya modeling, itu kira-kira melandai di minggu keempat bulan ini, kita berharap bulan depan makin bagus,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Meski demikian, Luhut tetap meminta masyarakat untuk menaati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Misalnya dengan menggunakan masker saat keluar dari rumah.

Baca: Jokowi Tegaskan Kurva Covid-19 Harus Sudah Turun pada Mei 2020, Apapun Caranya

Baca: Update Berita Covid-19 dari Berbagai Penjuru Dunia: 200 Juta Penduduk Afrika Terancam Terinfeksi

“Tapi tadi masker dan cuci tangan, jaga jarak harus tetap dijalankan,” kata Luhut.

Adapun hingga Sabtu (16/5/2020) pagi, tercatat penambahan 490 Kasus positif Covid-19.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Indonesia kini berjumlah 16,496 orang.

Sementara itu, pasien sembuh Covid-19 disebutkan bertambah 285 sehingga total menjadi 3.803 orang.

Namun, juga ada penambahan kasus kematian sebanyak 33 pasien.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 meninggal dunia yaitu 1.076 orang.

Hingga Sabtu (16/5/2020) pagi, sudah ada 382 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak Covid-19.

(Tribunnewswiki.com/Ron)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved