Luhut Binsar Pandjaitan Sebut PSBB Bisa Dilonggarkan di Beberapa Kota Ini, Berikut Tahapannya

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota berikut karena kurva telah melandai.


zoom-inlihat foto
luhut0011.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Maritim dan Investasi sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota berikut karena kurva telah melandai. Foto diambil saat Luhut Binsar Panjaitan tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah.

Daerah-daerah tersebut, menurut Luhut, dianggap telah berhasil menekan angka penyebaran virus corona tau Covid-19.

"Dari data-data yang kita dapat juga kelihatan Covid-19 ini di beberapa tempat sudah mulai flat.”

“Jadi saya pikir sudah bisa tercapai, tidak terlalu dari sekarang ini kami merencanakan untuk mulai melonggarkan (PSBB) di beberapa tempat," kata Luhut dikutip dari Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Selanjutnya, Luhut menyebut pelonggaran mungkin akan dilakukan di Bali, Manado, Yogya, atau Batam dan Bintan.

"Mungkin Bali, Manado, Yogya atau Batam dan Bintan yang kasus (virus coronanya) sangat kecil.”

“Dari perkembangan daripada Covid ini dua minggu ke depan.”

“Tapi melihat dari data-data tadi, angkanya mulai membaik," lanjut Luhut.

Baca: Tanpa PSBB, Gubernur Bali Yakin Daerahnya Mampu Jadi yang Pertama Bebas Covid-19, Begini Strateginya

Baca: Positif Corona di Indonesia Makin Bertambah, Luhut Binsar Sebut TKA China Siap ke Tanah Air Juni Ini

Luhut Binsar Pandjaitan sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota. Menko Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020).(KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI)
Luhut Binsar Pandjaitan sebut PSBB bisa dilonggarkan di beberapa kota. Menko Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (9/3/2020).(KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI) (Kompas.com)

 

Tak lupa, Luhut memuji kinerja para Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dikomandoi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berhasil membuktikan tugas mereka.

"Saya kira dari hari ke hari kita lihat organisasi Satgas ini makin baik, kerja makin efisien dan efektif.”

“Saya pikir penanganan di lapangan makin bagus," ucap Menko Maritim dan Investasi itu.

Perlu diketahui, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan untuk membuat simulasi terkait pelonggaran PSBB.

"Presiden instruksikan ke gugus tugas untuk siapkan simulasi agar ketika kita ambil langkah pelonggaran tahapannya jelas. Ada empat kriteria itu," ujar Doni dalam jumpa pers, Selasa (12/5/2020). 

Kriteria pertama, jelas Doni, berupa prakondisi atau sosialisasi.

Dalam tahap ini pemerintah akan melaksanakan rangkaian kajian akademis yang melibatkan berbagai pakar mulai dari epidemologi, kesehatan masyarakat, sosiologi, komunikasi publik, dan yang berhubungan dengan ekonomi kerakyatan.

Hasil kajian para pakar itu akan menjadi pertimbangan bagi gugus tugas dalam menentukan daerah PSBB yang akan dilonggarkan.

"Sehingga sekarang masih dalam proses perencanaan dengan mengarah risiko paling kecil yang akan kita ambil," katanya.

Usai prakondisi, lanjut Doni, adalah menentukan waktu atau timing pelonggaran PSBB.

Baca: Kluster Baru Penyebaran Virus Corona di Korea Selatan, Diakibatkan Longgarnya Aturan Lockdown

Baca: PSBB Pandemi Covid-19, Siswa di Jakarta Diizinkan Tarik Tunai Semua Dana KJP Plus

Penentuan waktu ini harus dilakukan dengan pertimbangan data kurva corona di daerah tersebut.

Apabila daerah belum menunjukkan kurva turun atau landai, Doni mengatakan, daerah itu tak akan diberi pelonggaran.

Pertimbangan juga didasarkan pada kesiapan masyarakat.

"Tidak boleh kendor. Kalau masyarakat tidak siap, tentu hal ini tidak mungkin dilakukan dan timing dilihat dari kepatuhan masyarakat di tiap daerah yang akan dikakukan pelonggaran.”

“Manakala kepatuhan kecil kita tidak boleh ambil risiko," ucap Doni.

Kriteria ketiga adalah prioritas.

Doni mengatakan, prioritas merujuk pada daerah dan bidang apa saja yang akan diprioritaskan saat pelonggaran PSBB dilakukan.

Namun, prioritas daerah mana yang akan dilonggarkan itu tak boleh sampai menimbulkan respons negatif di masyarakat.

"Bidang pangan, pasar, restoran, atau yang berhubungan dengan kegiatan untuk menghindari masyarakat terkena PHK akan dipriroritaskan (pelonggaran)," tutur Doni.

Sedangkan, kriteria terakhir adalah koordinasi pusat dan daerah.

Pria yang juga Kepala BNPB ini mengatakan pentingnya koordinasi pusat dan daerah dalam memberikan pelonggaran agar tak mendapat penolakan dari masyarakat. 

"Ini penting sekali, jangan sampai nanti diberi kelonggaran ada penolakan.”

“Jangan sampai juga daerah minta pelonggaran, tapi pusat lihat belum waktunya," ujar Doni.

Luhut sebut kurva Covid-19 melandai akhir Mei 2020

Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penyebaran virus corona di Indonesia akan melandai mulai akhir Mei 2020.

Hal tersebut diketahui berdasarkan pengamatan yang dilakukan pemerintah terhadap penyebaran corona di Indonesia.

“Mudah-mudahan Covid-nya makin cepat dan dari hasil kita punya modeling, itu kira-kira melandai di minggu keempat bulan ini, kita berharap bulan depan makin bagus,” ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Meski demikian, Luhut tetap meminta masyarakat untuk menaati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Misalnya dengan menggunakan masker saat keluar dari rumah.

Baca: Jokowi Tegaskan Kurva Covid-19 Harus Sudah Turun pada Mei 2020, Apapun Caranya

Baca: Update Berita Covid-19 dari Berbagai Penjuru Dunia: 200 Juta Penduduk Afrika Terancam Terinfeksi

“Tapi tadi masker dan cuci tangan, jaga jarak harus tetap dijalankan,” kata Luhut.

Adapun hingga Sabtu (16/5/2020) pagi, tercatat penambahan 490 Kasus positif Covid-19.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Indonesia kini berjumlah 16,496 orang.

Sementara itu, pasien sembuh Covid-19 disebutkan bertambah 285 sehingga total menjadi 3.803 orang.

Namun, juga ada penambahan kasus kematian sebanyak 33 pasien.

Dengan demikian, total pasien Covid-19 meninggal dunia yaitu 1.076 orang.

Hingga Sabtu (16/5/2020) pagi, sudah ada 382 kabupaten/kota di 34 provinsi yang terdampak Covid-19.

(Tribunnewswiki.com/Ron)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved