Menyantap Gorengan ketika Berbuka Puasa, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Ada hal yang sebaiknya dilakukan sebelum mengonsumsi gorengan ketika berbuka puasa


zoom-inlihat foto
tempe-mendoan-5.jpg
saturesep.com
Ilustrasi gorengan


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gorengan merupakan makanan yang populer bagi masyarakat Indonesia dan sering dikonsumsi sebagai camilan atau pelengkap ketika makan.

Selain itu, gorengan juga sering menjadi salah satu takjil yang disediakan ketika berbuka puasa.

Lantas, apakah aman jika saat berbuka puasa kita langsung menyantap gorengan?

Terkait hal itu, dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospital, Jakarta Selatan, dr. Inge Permadhi, buka suara menjawabnya.

"Secara naluri, ketika lapar, orang ingin mengonsumsi semua makanan yang dianggapnya enak dan mengenyangkan. Gorengan yang hangat dan lezat, tentu amat menggiurkan," ujar Inge dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, perilaku ini dinilai berbeda dengan orang yang menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dari berbagai sumber makanan alami yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air yang diolah secara sehat.

"Apabila dalam jumlah terbatas, seharusnya tidak menimbulkan masalah. Tetapi apabila terlalu banyak dan sering dalam mengonsumsi gorengan, mungkin dapat timbul berbagai dampak terhadap kesehatan akibat lemak yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh, apalagi bila tidak diimbangi oleh aktivitas untuk memetabolisme lemak tersebut," terang Inge.

Baca: 6 Kiat Mencegah Makan Berlebihan saat Buka Puasa selama Ramadan

Tempe menjadi salah satu gorengan yang populer
Tempe menjadi salah satu gorengan yang populer (sajiansedap.grid.id)

Pola makan sehat

Ia mengatakan bahwa pada pola makan sehat, ada hal yang sangat dibatasi yakni makanan yang terlalu tinggi gula, tinggi lemak, dan tinggi garam.

Kendati demikian, bila kita mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak maka kita tentu tidak menerapkan pola hidup sehat.

Namun, permasalahan kesehatan seperti radang tenggorokan akan muncul apabila kita mengonsumsi gorengan dengan jumlah banyak.

Inge menjelaskan bahwa radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi.

"Minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat berisifat iritan yang akan mengiritasi daerah di sekitar tenggorokan," ujar Inge.

Kejadian menggoreng gorengan dengan minyak yang tidak diganti dianggap hal yang biasa.

"Bagi orang yang sensitif terhadap minyak goreng, tenggorokan yang masih kering atau sedang terinfeksi, mengonsumsi gorengan tentu akan mempercepat timbulnya radang tenggorokan," ujar Inge.

Sementara itu, guna menetralisir tenggorokan setelah makan gorengan, Inge menyarankan dapat dengan minum air putih.

Baca: Minum Banyak Air Putih Ternyata Ada Dampak Buruk, Inilah Takaran Air yang Harus Diminum Selama Puasa

Tetapi hal itu tidak akan berpengaruh banyak bagi orang yang telah teriritasi, meski sudah minum banyak air putih.

"Obatnya adalah dengan menghindari gorengan saja," ujar Inge.

Di sisi lain, dosen di Program Studi (Prodi) Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Harry Freitag mengungkapkan bahwa sebelum memakan gorengan saat berbuka puasa, sebaiknya minum terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk membasahi tenggorokan terlebih dahulu.

ilustrasi air putih
ilustrasi air putih (pixabay)




Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved