TRIBUNNEWSWIKI.COM - Menjelang lebaran, tunjangan hari raya (THR) menjadi satu hal yang paling dinantikan oleh para pekerja.
THR umumnya dibayarkan oleh perusahaan setahun sekali dan selambat-lambatnya diberikan seminggu sebelum hari raya tiba.
Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, nyatanya ada banyak pekerja yang merasa khawatir jika THR dipotong atau malah tak dibayar penuh.
Bahkan, mereka juga takut gagal dapat THR akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Baca: THR PNS 2020 Resmi Cair Pekan Ini, Pegawai Swasta Harus Bersabar Hingga H-7 Lebaran
Baca: Perbedaan THR dan Gaji Ke-13 PNS, hingga Rincian Besaran Lengkapnya untuk 2020
Menyikapi hal ini, sebaiknya Anda tak perlu terlalu khawatir.
Sebab, jika Anda masih bekerja di industri yang tidak begitu terdampak pandemi, maka besar kemungkinan Anda berkesempatan menerima THR dibayar penuh 100 persen.
Namun, jangan juga bersedih berlebihan jika jatah THR ternyata dipotong perusahaan karena kondisi ekonomi yang kini sedang menghadapi krisis.
Berapapun uang THR yang didapat, syukuri dan kelola dengan baik.
Di masa corona ini, Anda harus bisa mengatur uang THR secara cermat agar kondisi keuangan tetap dan bahkan lebih sehat.
Berikut tips untuk mengatur uang THR yang dikutip dari Cermati.com via Kompas.com:
1. Bayar Utang
Prioritaskan uang THR untuk melunasi utang.
Catat semua utang, mulai dari utang PayLater, pinjaman online, kartu kredit hingga pinjaman uang dari teman atau kerabat.
Lalu, buatlah prioritas utang besar dan mendesak (urgent) yang wajib dibayar lunas dengan uang THR.
Idealnya, alokasikan 30 persen hingga 50 persen uang THR untuk bayar utang.
Ke depannya, diharapkan Anda bisa lebih bijak dalam berutang.
Kurangi utang konsumtif, tahan diri untuk tak berhutang lagi kecuali untuk kebutuhan yang sifatnya darurat atau produktif.
Baca: Bukan Cuma Telat, Surat Edaran Tunjangan Hari Raya Kali Ini Bikin Ketar-Ketir Para Pekerja
Baca: Kuliah di Korea Selatan dengan Beasiswa KGSP, Dapat Tunjangan hingga Rp 11 Juta, Simak Informasinya
2. Dana Darurat
Gunakan uang THR untuk simpanan dana darurat.
Dana darurat menjadi penting, sebab dana ini akan bermanfaat menolong Anda ketika masa corona atau saat tiba-tiba terkena musibah.
Misalnya, kehilangan pekerjaan, keluarga sakit, kecelakaan, atau mobil/motor yang mendadak rusak.
Alokasikan sebesar 20 hingga 30 persen dari uang THR untuk kas dana darurat.
Pilih instrumen yang mudah dicairkan dan rendah risiko untuk menyimpan dana darurat, seperti uang tunai, tabungan, deposito, emas atau reksadana pasar uang.
Khusus bagi Anda yang tidak punya dana darurat sama sekali, segera mulai.
Namun, tidak perlu berusaha terlalu keras untuk mengumpulkannya, mulailah secara bertahap.
Caranya dengan sisihkan uang THR dan uang gaji sebesar 10 hingga 20 persen setiap bulan.
Sementara, bagi yang punya dana darurat, tetaplah disiplin menabung hingga nilainya mencukupi.
Level ideal dana darurat yaitu 5 hingga 6 kali pengeluaran bulanan tetap.
Baca: Daftar PNS yang Tidak Akan Mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) di Tahun 2020
Baca: Sri Mulyani Pastikan THR PNS 2020 Cair Pekan Ini
3. Bayar Zakat dan Sedekah
Bagi Anda yang beragama Islam, jangan lupa setelah menerima rejeki THR, bayarlah zakat dan sedekah agar harta yang dimiliki menjadi lebih berkah.
Alokasikah uang THR sekitar 5 hingga 10 persen untuk bayar zakat dan sedekah.
Zakat yang perlu dibayar antara lain zakat profesi dan zakat fitrah.
Menurut aturan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2017, bila penghasilan atau THR yang diterima lebih dari Rp 5.240.000 maka Anda wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 persen.
Sedangkan, besaran zakat fitrah yang wajib dikeluarkan per orang adalah 3,5 liter beras atau uang yang dengan harga beras tersebut.
4. Investasi
Untuk mewujudkan keuangan yang sehat, Anda harus memiliki investasi.
Sadarilah bahwa investasi penting, karena hal ini bisa membantu Anda mencapai tujuan keuangan di masa depan.
Selagi ada rezeki, jangan lupa investasi.
Sisihkan uang THR sebesar 10 hingga 20 persen khusus untuk pos investasi.
Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan pengetahuan finansial Anda.
Misalnya, apabila Anda paham tentang saham beserta risikonya, Anda boleh membeli saham.
Namun, bila Anda belum melek investasi, pilih saja yang berisiko rendah seperti reksadana pasar uang atau deposito.
5. Kebutuhan Lebaran
Sebisa mungkin, hindari membelanjakan uang THR semuanya untuk kebutuhan atau keinginan lebaran.
Ingat, Anda harus mulai bisa menentukan mana kebutuhan prioritas dan bukan.
Jangan sampai menyesal karena uang THR habis semua untuk belanja atau makan enak dan mahal.
Cukup alokasikan 10 hingga 20 persen dari uang THR untuk kebutuhan lebaran.
Jadi, meskipun belum bisa mudik karena Covid-19, Anda tetap bisa berbagi kebahagiaan dengan keluarga di kampung halaman.
Misalnya dengan mengirimkan parcel sembako/kue lebaran maupun berbagi angpau hari raya dengan sanak saudara di kampung halaman.
6. Tegas dan Tahan Diri
Kunci keuangan sehat saat lebaran ialah tegas menggunakan uang THR untuk kebutuhan yang penting dan bisa menahan diri dari berbagai godaan diskon belanja online.
Jadi, ketika Anda menerima THR, jangan lupa terapkan tips mengelola uang THR agar kondisi keuangan menjadi lebih baik, uang terlunasi, punya simpanan dana darurat dan investasi.
(Tribunnewswiki.com/Ron)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Cara Atur THR di Masa Corona Biar Keuangan Sehat"