Belajar dari Rumah TVRI, Jenderal Sudirman: Masa Kecil hingga Strategi Perang Melawan Penjajah

Belajar dari Rumah TVRI, Mengenal Jenderal Sudirman: Masa kecil, karier militer, hingga menghembuskan napas terakhir


zoom-inlihat foto
generale-sudirman.jpg
Tribunnews.com
Program Belajar dari Rumah di TVRI, Kamis 14 Mei 2020 untuk siswa SD Kelas 4-6, materi tentang Perjuangan Jenderal Sudirman.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Jenderal Soedirman (selanjutnya ditulis Sudirman) merupakan sosok pahlawan nasional Indonesia.

Jenderal Sudirman menjadi materi Belajar dari Rumah TVRI untuk SD Kelas 4-6, Kamis (14/5/2020).

Dari tayangan kali ini, siswa bisa meneladani jiwa patriotisme dan cinta tanah air yang dimiliki oleh Jenderal Sudirman.

Jenderal Sudirman tak pernah gentar melawan penjajah.

Ia memimpin pasukan langsung di garis terdepan, bahkan ketika tengah mengalami sakit.

Baca: KUNCI JAWABAN Belajar dari Rumah TVRI untuk SMP, Kamis 14 Mei 2020: Garis dan Sudut

Baca: Pembela Tanah Air (PETA)

Berikut ini TribunnewsWiki.com sajikan riwayat hidup Jenderal Sudirman.

Masa Kecil

Sejak kecil Raden Soedirman lebih banyak tinggal bersama pamannya ketimbang bersama orangtuanya.

Masalah ekonomi menjadi alasan utama Sudirman tinggal bersama pamannya, Raden Cokrosunaryo yang saat itu adalah seorang camat. 

Sudirman mulai mengenyam bangku sekolah ketika ia berusia 7 tahun.

Ia dimasukkan ke Hollandsche Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk pribumi pada masa kolonial Belanda.

Lulus dari HIS, Sudirman kemudian pindah ke sekolah menengah milik Taman Siswa.

Namun hanya satu tahun karena sekolah milik Taman Siswa itu dianggap liar oleh Belanda dan akhirnya dilarang.

Sudriman kemudian pindah ke MULO, setingkat SMP Wiworotomo.

Di Wiworotomo, Sudirman banyak belajar ilmu agama dari Raden Muhammad Kholil.

Ia terkenal sangat taat beragama, bahkan teman-temannya menjulukinya sebagai “Haji”.

Ia juga aktif berorganisasi, ia menjadi salah satu pendiri organisasi kepemudaan, seperti pramuka di bawah naungan Muhammadiyah, Hisbul Wathan (HW).

Meski prestasi akademiknya biasa saja, namun Sudirman terkenal sangat disiplin, hal ini tidak lepas dari didikan sang paman.

Pernah dalam sebuah acara jambore yang diadakan oleh HW di lereng Gunung Slamet yang sangat dingin, semua peserta jambore tidak tahan dengan hawa dingin yang menyengat itu. Semua bermalam di rumah-rumah penduduk setempat, kecuali satu orang, Sudirman.

Pada 1934, sang paman yang mengasuhnya meninggal dunia. Hal ini membuat perekonomian keluarganya semakin payah. Beruntung Sudirman tetap diizinkan sekolah di Wiworotomo sampai ia tamat pada 1935 tanpa membayar tagihan sekolah.

Sejak kecil Raden Soedirman (selanjutnya Sudirman) lebih banyak tinggal bersama pamannya ketimbang bersama orangtuanya. Masalah ekonomi menjadi alasan utama Sudirman tinggal bersama pamannya, Raden Cokrosunaryo yang saat itu adalah seorang camat.
Sejak kecil Raden Soedirman (selanjutnya Sudirman) lebih banyak tinggal bersama pamannya ketimbang bersama orangtuanya. Masalah ekonomi menjadi alasan utama Sudirman tinggal bersama pamannya, Raden Cokrosunaryo yang saat itu adalah seorang camat. (Intisari/Moh Habib Ashyad)

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Tentara Pelajar

Baca: 17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional : Republik Indonesia Serikat





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved