Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Ini Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Autoimun

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi sistem imunitas atau kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh


zoom-inlihat foto
penyakit-autoimun.jpg
www.diabetes.co.uk
Penyakit autoimun


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ibadah Ramadan kali ini terasa berbeda karena dijalankan di tengah pandemi corona atau covid-19.

Ketika menjalankan ibadah puasa, tubuh diajak beradaptasi dengan pola makan yang baru selama satu bulan.

Namun, hal tersebut belum tentu sama bagi orang-orang yang menderita penyakit tertentu, misalnya penderita autoimun.

Baca: Autoimun

Autoimun dan pola makan

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi sistem imunitas atau kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh.

Pada tubuh yang sehat, sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan untuk dapat membedakan yang mana sel-sel tubuh dan yang mana bakteri maupun virus.

Akan tetapi, pada tubuh orang yang terkena penyakit autoimun, sistem imunitas kehilangan kemampuannya tersebut.

Tubuh penderita autoimun melepaskan protein-protein yang dinamakan autoantibodi yang kemudian menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh.

Respons sistem imun ketika bertemu pathogen
Respons sistem imun ketika bertemu pathogen (Webridge)

Faktor genetis, makanan dan minuman yang dikonsumsi, infeksi, maupun paparan dari bahan kimia diduga menjadi penyebab seseorang bisa terkena penyakit autoimun.

Faktor makanan memang memainkan peranan besar untuk menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh untuk tetap optimal.

Oleh karenanya, pola makan penderita autoimun harus selalu dijaga.

Lalu bagaimana efek puasa Ramadan yang membatasi asupan makan dan minum bagi penderita autoimun?

Baca: Lelah Padahal Cuma Bermalasan Saat Puasa Ramadan di Rumah? Bisa Jadi Kamu Kurang Gerak, Yuk Perbaiki

Amankah puasa bagi penderita autoimun?

Meski ada pembatasan makan dan minum selama puasa berlangsung, sebuah studi menunjukkan hal yang positif pada penderita autoimun yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Studi tersebut melibatkan orang-orang yang menderita autoimun dengan penyakit lupus, multiple sclerosis, dan radang usus.

Autoantibodi yang banyak ditemukan pada penderita lupus ternyata tidak mengalami peningkatan jumlah secara pesat pada saat mereka berpuasa.

Peningkatan baru terjadi setelah mereka tidak lagi menjalankan ibadah puasa.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penderita lupus dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman.

Selain itu, bagi penderita multiple sclerosis, berpuasa Ramadhan masih relatif aman selama jenis makanan, pola tidur, dan pengobatan tetap dijaga.

Puasa tidak disarankan bagi penderita multiple sclerosis yang diresepkan obat-obatan antikejang dosis tinggi.

Ilustrasi bulan Ramadan
Ilustrasi bulan Ramadan (Pixabay/john1cse)




Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved