Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Para Dokter Harus Memilih Berpuasa atau Tidak

Dokter membutuhkan tenaga ekstra untuk menangani dan merawat para pasien covid-19


zoom-inlihat foto
dokter-china-usai-virus-corona-selesai.jpg
China Media Group
Foto seorang dokter di Wuchang yang berbaring dengan pakaian pelindung yang lengkap di kamar penuh dengan kasur kosong yang merupakan bekas rumah sakit pasien virus corona.


Membutuhkan banyak energi

Mufti menjelaskan bahwa Islam mengizinkan orang sakit tidak berpuasa, jika puasa dapat membahayakan hidup mereka atau kesehatan mereka.

Sementara itu menurut ahli imunologi University of Sussex Dr Jenna Macciochi ada beberapa pertimbangan dalam hal puasa saat pandemi.

Dilansir BBC, Jumat (24/4/2020), memerangi infeksi membutuhkan banyak energi.

Periode lama tidak makan atau minum dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Jadi, penting untuk memastikan seseorang cukup kalori selama jam makan yang diizinkan.

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Virus Corona, Imam Masjid di London Ingatkan Sisi Positif, seperti Itikaf

 

Ramadan Kala Pandemi Corona, Ini Kebijakan Ibadah Berbagai Negara dari Turki hingga Pakistan

Pandemi corona atau covid-19 membuat banyak negara mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah saat Ramadan. 

Berbagai kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang menyebabkan covid-19.  

Berikut ini adalah kebijakan berbagai negara ketika Ramadan di tengah pandemi Covid-19, diberitakan TribunnewsWiki.com dari Independent, Kamis (23/4/2020).

Turki melarang pemasangan tenda yang menyediakan makanan untuk sahur dan buka.

Warga di sana juga dilarang memberi tip pada penabuh genderang yang biasa bertugas untuk membangunkan sahur.

Kebijakan itu diambil setelah hampir 100.000 kasus dan 2.259 kematian tercatat pada Rabu sore (22/4/2020), menurut Universitas Johns Hopkins.

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Tarawih Pertama di Aceh Dilaksanakan Secara Berjamaah

Baca: Ramadan di Tengah Pandemi Covid-19, Jokowi Ajak Umat Sambut Bulan Suci dengan Rasa Syukur

Sebuah gambar yang diambil pada 24 April 2020 menunjukkan masjid Sultanahmet, yang dikenal sebagai masjid Biru pada hari pertama ramandan selama 4 hari kuncian saat negara itu mengadopsi langkah-langkah untuk mengekang penyebaran COVID-19 (coronavirus novel). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penguncian empat hari dari 23 April 2020 di Istanbul dan 30 kota besar lainnya sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona baru.
Sebuah gambar yang diambil pada 24 April 2020 menunjukkan masjid Sultanahmet, yang dikenal sebagai masjid Biru pada hari pertama ramandan selama 4 hari kuncian saat negara itu mengadopsi langkah-langkah untuk mengekang penyebaran COVID-19 (coronavirus novel). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penguncian empat hari dari 23 April 2020 di Istanbul dan 30 kota besar lainnya sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona baru. (Ozan KOSE / AFP)

Mesir melarang pengadaan meja amal, meskipun hanya ada 3.490 kasus dengan total kematian saat ini di angka 264.

Arab Saudi telah menangguhkan visa bagi umat Muslim yang ingin melakukan ibadah ke Mekah dan Madinah.

Iran melarang publik untuk mengadiri tempat suci, termasuk masjid.

Karena kebijakan ini harus diambil, Presiden Iran Hassan Rouhani meminta maaf.

Pakistan mengizinkan orang datang ke masjid dengan catatan tak lebih dari lima orang.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin/Febri/Kompas.com/Nur Fitriatus Shalihah)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puasa Ramadhan, Pilihan Dokter, dan Pandemi Virus Corona..."

dan di Tribunnews.com dengan judul Ramadan di Tengah Pandemi Corona, Para Dokter Harus Memilih Berpuasa atau Tidak





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved