TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kota Depok, Jawa Barat sudah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama seminggu.
Ini terhitung sejak Rabu (15/4/2020) lalu.
Awalnya PSBB Depok dijawalkan selama dua pekn saja, dengan opsi dapat diperpanjang waktunya.
Dengan dilaksanakannya PSBB ini diharapkan aktivitas warga berkurang sehingga meminimalisir penyebaran virus corona.
Namun setelah seminggu dilaksanakan, belum ada perubahan yang signifikan.
Baca: Data Pemkot Bekasi Belum Valid, Warga Perumahan Pemilik Dua Mobil Terima Bantuan Sosial PSBB
Baca: Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD Hari Ini: Mengenal Sejarah Permainan Tradisional Perahu Jong
Berbanding terbalik, volume kendaraan di jalan justru melonjak.
Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah Kota Depok mencatat pengguna jalan raya meningkat dalam dua hari terakhir pekan ini.
Padahal sebelumnya volume kendaraan sempat berkurang 11,43 persen pada 4 haru pertama PSBB dilaksanakan.
Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.
Baca: Palembang Ajukan PSBB, Wali Kota Sebut Agar Masyarakat Lebih Tertib Jalankan Protokol Keamanan
Baca: Belajar dari Rumah TVRI Kamis 23 April 2020, Jawaban Materi Lingkaran SMP dan Nilai Rata-Rata SMA
“Pada 20-21 April 2020 terjadi peningkatan kembali volume kendaraan, mobil dan motor,” papar Dadang, Selasa (21/4/2020).
Dia memperkirakan, naiknya volume angkutan jalan raya disebebkan oleh limpasan penumpang kereta rel listri (KRL).
Sebab sebagaian warga Depok yang notabene kelas pekerja memang masih terpaksa masuk kantor di Jakarta.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Depok, Kompol Sutomo menyebut lebih dari 2.400 pelanggaran PSBB di jalan raya.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 23 April 2020: Aries Mulai Penat, Pisces Perbaiki Manajemen Waktu
Baca: Ramadan 1441 H: 10 Manfaat Puasa bagi Tubuh Manusia, Bisa Perpanjang Umur hingga Tingkatkan Imun
Namun karena tak termuat ketentuan pidana dala regulasi PSBB, polisi hanya melayangkan teguran kepada pelanggar.
Data terakhir virus corona yang ada di Depok, Rabu (22/4/2020) terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.
Depok mencatat lonjakan kasus positif Covid-19 tertinggi kemarin.
Yaitu dengan penambahan 24 pasien positif covid-19 dalam satu hari.
Baca: Live Streaming TVRI Program Belajar dari Rumah dan Jadwal Lengkap Hari Ini, Kamis (23/4/2020)
Baca: Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI, Kamis 23 April 2020, dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA
Hingga total warga depok yang positif terinfeksi virus corona sebanyak 222 warga sejak pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.
“Penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 24 kasus pada hari ini,
berasal dari sejumlah rumah sakit di Kota Depok dan di Jakarta, di mana hasil tes swab PCR-nya sudah dinyatakan positif,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, melalui keterangan tertulis pada Rabu malam.
Angka kematian masih di atas jumlah pasien sembuh sejak 12 April 2020.
Jumlah pasien sembuh masih tetap 13 pasien.
Baca: RSUD Kota Depok
Baca: Patuhi Aturan PSBB Layanan GoRide dan Grab Bike Ditiadakan di Jakarta hingga Depok
Namun, angka kematian akibat Covid-19 di Depok kembali bertambah, dan hingga kini berjumlah 17 orang.
Jumlah kematian pada warga Depok yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)/suspect bertambah 1 kasus.
Total, sejak data dibuka pada 18 Maret 2020, 47 pasien tutup usia sebelum hasil tes Covid-19-nya rilis.
Sebanyak 3 di antaranya sudah dikonfirmasi meninggal akibat Covid-19, beberapa hari setelah mereka dimakamkan.
Pada kategori PDP aktif, Pemkot Depok mencatat sedikit pertambahan, dari 732 PDP aktif pada Selasa lalu menjadi 735 pasien yang sekarang masih diawasi terkait kemungkinan terjangkit Covid-19.
Baca: Merasa Tak Layak, Warga Kembalikan Paket Sembako Bansos PSBB DKI: Masih Mampu dan Punya Persediaan
Baca: Perizinan PSBB untuk Daerah Terlalu Rumit, Komnas HAM Mengkritik Kebijakan Pemerintah Pusat
Jumlah warga Depok yang masih dipantau bertambah 2 orang.
Kini, tercatat ada 1.830 ODP aktif yang dipantau.
Sementara itu, jumlah orang tanpa gejala ( OTG) berkurang 1 menjadi total 797 OTG aktif per Rabu.
Kategori kelompok OTG merupakan mereka yang tidak menampakkan gejala tetapi memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19.
(TribunnewsWiki.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sepekan PSBB di Depok, Hasilnya Belum Terasa"