Seminggu PSBB Depok, Volume Kendaraan Justru Melonjak, Polisi Tak Bisa Beri Sanksi

Naiknya volume angkutan jalan raya disebebkan oleh limpasan penumpang KRL, banyak pelanggaran terjadi di jalan raya tapi polisi tak bisa beri sanksi.


zoom-inlihat foto
psbb-depok-2.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas gabungan dari TNI, Polri, Polisi Pamong Praja dan Dishub DKI Jakarta melakukan imbauan kepada pengendara mobil dan motor untuk dapat mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di jalan Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2020). Imbauan ini dilakukan agar masyarakat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari, yang salah satu aturannya adalah pembatasan penumpang kendaraan serta anjuran untuk menggunakan masker jika berkendara.(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Kota Depok, Jawa Barat sudah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama seminggu.

Ini terhitung sejak Rabu (15/4/2020) lalu.

Awalnya PSBB Depok dijawalkan selama dua pekn saja, dengan opsi dapat diperpanjang waktunya.

Dengan dilaksanakannya PSBB ini diharapkan aktivitas warga berkurang sehingga meminimalisir penyebaran virus corona.

Namun setelah seminggu dilaksanakan, belum ada perubahan yang signifikan.

Baca: Data Pemkot Bekasi Belum Valid, Warga Perumahan Pemilik Dua Mobil Terima Bantuan Sosial PSBB

Baca: Belajar dari Rumah TVRI Kelas 4-6 SD Hari Ini: Mengenal Sejarah Permainan Tradisional Perahu Jong

Berbanding terbalik, volume kendaraan di jalan justru melonjak.

Dikutip dari Kompas.com, Pemerintah Kota Depok mencatat pengguna jalan raya meningkat dalam dua hari terakhir pekan ini.

Padahal sebelumnya volume kendaraan sempat berkurang 11,43 persen pada 4 haru pertama PSBB dilaksanakan.

Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Baca: Palembang Ajukan PSBB, Wali Kota Sebut Agar Masyarakat Lebih Tertib Jalankan Protokol Keamanan

Baca: Belajar dari Rumah TVRI Kamis 23 April 2020, Jawaban Materi Lingkaran SMP dan Nilai Rata-Rata SMA

ILUSTRASI - Arus kendaraan ke arah Jakarta di ruas tol Jakarta-Cikampak, tepatnya di wilayah Kota Bekasi, tampak padat, Minggu (9/6/2019).(KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)
ILUSTRASI - Arus kendaraan ke arah Jakarta di ruas tol Jakarta-Cikampak, tepatnya di wilayah Kota Bekasi, tampak padat, Minggu (9/6/2019).(KOMPAS.com/DEAN PAHREVI) (KOMPAS.com/DEAN PAHREVI)

“Pada 20-21 April 2020 terjadi peningkatan kembali volume kendaraan, mobil dan motor,” papar Dadang, Selasa (21/4/2020).

Dia memperkirakan, naiknya volume angkutan jalan raya disebebkan oleh limpasan penumpang kereta rel listri (KRL).

Sebab sebagaian warga Depok yang notabene kelas pekerja memang masih terpaksa masuk kantor di Jakarta.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Metro Depok, Kompol Sutomo menyebut lebih dari 2.400 pelanggaran PSBB di jalan raya.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 23 April 2020: Aries Mulai Penat, Pisces Perbaiki Manajemen Waktu

Baca: Ramadan 1441 H: 10 Manfaat Puasa bagi Tubuh Manusia, Bisa Perpanjang Umur hingga Tingkatkan Imun

Jalan Akses UI di perbatasan Jakarta Selatan dan Depok, Jawa Barat padat
Jalan Akses UI di perbatasan Jakarta Selatan dan Depok, Jawa Barat padat akibat pemeriksaan kendaraan sehubungan dengan penerapan hari pertama PSBB di Depok, Rabu (15/4/2020) pagi.(Dok. Traffic Management Center Polda Metro Jaya)

Namun karena tak termuat ketentuan pidana dala regulasi PSBB, polisi hanya melayangkan teguran kepada pelanggar.

Data terakhir virus corona yang ada di Depok, Rabu (22/4/2020) terjadi lonjakan kasus positif Covid-19.

Depok mencatat lonjakan kasus positif Covid-19 tertinggi kemarin.

Yaitu dengan penambahan 24 pasien positif covid-19 dalam satu hari.

Baca: Live Streaming TVRI Program Belajar dari Rumah dan Jadwal Lengkap Hari Ini, Kamis (23/4/2020)

Baca: Jadwal Belajar dari Rumah di TVRI, Kamis 23 April 2020, dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA

Wali Kota Depok Mohammad Idris di Polresta Depok, Selasa (21/5/2019)
Wali Kota Depok Mohammad Idris di Polresta Depok, Selasa (21/5/2019) (Kompas.com/Cynthia Lova)

Hingga total warga depok yang positif terinfeksi virus corona sebanyak 222 warga sejak pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

“Penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 24 kasus pada hari ini,

berasal dari sejumlah rumah sakit di Kota Depok dan di Jakarta, di mana hasil tes swab PCR-nya sudah dinyatakan positif,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris, melalui keterangan tertulis pada Rabu malam.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved