Demonstrasi Anti-Lockdown Bermunculan di Amerika Serikat dan Brazil, Pemimpin Negara Ikut Bergabung

Demonstrasi Anti-Lockdown muncul di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan Brazil, yang dilaporkan mendapat dukungan dari pemimpin negara.


zoom-inlihat foto
demonstrasi-anti-lockdown-corona-di-amerika-serikat-343434.jpg
Jason Connolly / AFP
Demonstrasi Anti-Lockdown muncul di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat dan Brazil. Aksi ini dilaporkan mendapat dukungan dari pemimpin negara untuk memprotes kebijakan gubernur di sejumlah negara bagian. FOTO: Gadis-gadis muda berdiri memegang bendera AS di bawah sinar matahari di sebuah mobil saat para demonstran berkumpul untuk memprotes kebijakan tinggal di rumah dalam rapat umum "Buka Kembali Colorado" di Denver, Colorado, pada 19 April 2020.


Negara Lithuania mengatakan akan mengizinkan toko-toko kecil dibuka kembali mulai Kamis, (16/4/2020).

Perlahan namun pasti, banyak negara-negara di dunia telah memberlakukan uji coba pembukaan lockdown dalam beberapa sektor, seperti Iran yang membiarkan pembukaan usaha kecil, dan India yang membuka kesempatan jutaan orang pedesaan untuk kembali bekerja.

Sementara itu, di Korea Selatan, orang-orang pergi ke tempat pemungutan suara dan memberikan dukungan kepada Presiden Moon Jae-In, pada Rabu (15/4).

Meskipun sempat menjadi negara dengan wabah COVID-19 terbesar kedua di dunia, Korea Selatan telah mengendalikan virus ini melalui pengujian meluas, memantau kontak-fisik, dan sosial-distancing.

Namun demikian, kemungkinan mencabut pembatasan masih tampak sulit bagi sebagian besar negara lainnya.

Sebuah foto yang dirilis Istana La Moncloa menunjukkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) dengan alat pelindung penuh mengunjungi pabrik Corte Ingles di Madrid yang membuat masker wajah untuk didistribusikan di Spanyol pada 15 April 2020 di tengah penguncian nasional untuk melawan penyebaran coronavirus COVID-19. Spanyol mencatat 523 kematian akibat virus corona, penurunan dari hari sebelumnya, tetapi jumlah kasus baru harian yang dikonfirmasi adalah yang tertinggi dalam enam hari.
Sebuah foto yang dirilis Istana La Moncloa menunjukkan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (kiri) dengan alat pelindung penuh mengunjungi pabrik Corte Ingles di Madrid yang membuat masker wajah untuk didistribusikan di Spanyol pada 15 April 2020 di tengah penguncian nasional untuk melawan penyebaran coronavirus COVID-19. Spanyol mencatat 523 kematian akibat virus corona, penurunan dari hari sebelumnya, tetapi jumlah kasus baru harian yang dikonfirmasi adalah yang tertinggi dalam enam hari. (BORJA PUIG DE LA BELLACASA / AFP / LA MONCLOA)

Seperti negara Spanyol, yang masih dalam tahap uji coba pembukaan kembali sektor ekonomi mereka.

Melalui pemimpinnya, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sejumlah pabrik dan bangunan telah diizinkan untuk dibuka.

Namun Sanchez memperingatkan keras, "tidak akan ada yang sama sampai vaksin ditemukan."

Berbeda dari Spanyol, negara Belgia telah memperpanjang aturan #DiRumahSaja sampai 3 Mei 2020 dan masih melarang adanya pertemuan / kontak fisik sampai akhir Agustus 2020.

Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat kecaman atas kebijakan pembekuan dana untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara yang tergabung dalam G-20 mengumumkan kebijakan moratorium utang satu tahun bagi negara-negara miskin di dunia.

Negara G-20 sepakat akan menunda sementara pembayaran utang dari negara-negara miskin untuk memberi kesempatan hidup lebih lama.

Kebijakan moratorium ini akan membebaskan utang lebih dari 20 miliar USD bagi negara-negara tersebut agar bisa fokus terhadap penanganan COVID-19.

Menurut Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed Al-Jadaan, kebijakan ini berlaku untuk periode setidaknya satu tahun.

Jerman Umumkan Rencana Mencabut Pembatasan Sosial

Jerman secara resmi mengumumkan rencana mencabut sejumlah pembatasan yang diberlakukan karena pandemi virus corona atau COVID-19.

Rencana ini apabila terealisasi akan menjadikan Jerman sebagai negara Eropa pertama yang membuka kembali pembatasan tanpa memicu gelombang infeksi baru.

Melalui pengumuman Kanselir Angela Merkel pada Rabu (15/4/2020) waktu setempat, dilansir AFP, pemerintah Jerman akan mencabut sejumlah pembatasan yang telah membuat ekonominya terperosok dalam resesi.

Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di konferensi pers mengenai langkah-langkah pemerintah Jerman untuk menghindari penyebaran coronavirus novel COVID-19 lebih lanjut, pada 15 April 2020 setelah konferensi video dengan para pemimpin negara-negara federal Jerman di kanselir di Berlin. Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan langkah pertama dalam membatalkan pembatasan coronavirus yang telah menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi, dengan sebagian besar toko diizinkan untuk membuka meskipun sekolah harus tetap ditutup sampai 4 Mei
Kanselir Jerman Angela Merkel berpidato di konferensi pers mengenai langkah-langkah pemerintah Jerman untuk menghindari penyebaran coronavirus novel COVID-19 lebih lanjut, pada 15 April 2020 setelah konferensi video dengan para pemimpin negara-negara federal Jerman di kanselir di Berlin. Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan langkah pertama dalam membatalkan pembatasan coronavirus yang telah menjerumuskan ekonomi ke dalam resesi, dengan sebagian besar toko diizinkan untuk membuka meskipun sekolah harus tetap ditutup sampai 4 Mei (BERND VON JUTRCZENKA / POOL / AFP)

Ia menyebut akan mengizinkan sebagian besar toko untuk beroperasi kembali.

Merkel mengingatkan agar toko-toko tersebut memiliki rencana dan cara-cara untuk menjaga kebersihan.

Namun, kebijakan pembukaan ekonomi ini tidak berlaku bagi pendidikan.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved