TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona diduga pertama kali muncul di Wuhan, China.
Virus corona kini telah menyebar dan menjangkiti 210 negara di dunia.
Dilansir oleh Tribunnewswiki dari Worldometers, kasus virus corona ini telah mencapai angka 1.865.015 kasus di seluruh dunia per Senin (13/4/2020).
Total kesembuhan pasien dari wabah ini sebanyak 433.911 orang dan 115.132 orang meninggal dunia.
Para ahli menjelaskan mengenai 3 jenis dari virus corona baru atau Covid-19 ini.
Para peneliti dari Universitas Cambridge, Inggris, dan Jerman telah menganalisis 160 genom virus corona yang berasal dari manusia.
Baca: Donasi Masyarakat Indonesia untuk Tangani Covid-19 Terkumpul 196 M, Yuri: Gotong Royong Budaya Kita
Baca: Jarak Aman Cegah Penularan Covid-19 Ternyata Bukan 1 atau 2 Meter, Tapi 4 Meter, Ini Penjelasannya
Genom ini didapat dari sampel di seluruh dunia yang didapatkan sejak 24 Desember 2019 hingga 4 Maret 2020.
Penelitian ini sukses memetakan jaringan genetik virus corona yang menyebar dari China juga Asia, ke Australia, Eropa, dan Amerika Utara.
Tiga varian virus dan penyebarannya dari hasil penelitian tersebut diketahui, saat ini terdapat 3 varian atau jenis berbeda dari Covid-19.
Mereka menyebutnya sebagai A, B, dan C.
Para peneliti mengungkapkan virus versi A sebagai akar dari wabah virus corona yang menyebar sekarang ini.
Sedangkan, di Wuhan dan kawasan Asia Timur lainnya, virus jenis B adalah yang paling banyak ditemukan di sana.
Ahli genetika dari University of Cambridge, Dr Peter Forster dan timnya menemukan Inggris sebagian kelompok besar dijangkiti kasus tipe B, dengan tiga perempat sampel pengujian sebagai strain itu.
Virus corona tipe B ini juga mendominasi wilayah Swiss, Jerman, Belgia dan Belanda.
Sementara virus C sebagai varian virus corona covid-19 yang terakhir.
Virus C adalah turunan dari tipe B paling banyak ditemukan pada pasien-pasien dari Eropa, seperti Perancis, Italia, Swedia, dan Inggris.
Virus corona dari penyakit covid-19 versi A adalah yang paling dekat dengan covid-19 yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling sebagaimana banyak ditemukan di Wuhan.
Akan tetapi jenis A ini tidak mendominasi di kota tersebut.
Baca: Ratu Tisha Mundur dari PSSI : Hati Saya Kalau Dibelah, Isinya Hanya Sepakbola
Mutasi versi A banyak ditemukan pada orang-orang Amerika yang pernah tinggal di Wuhan.
Virus A juga banyak ditemukan pada pasien dari AS dan Australia yang telah mencatat lebih dari 400.000 kasus.