Telah sampai di Indonesia sejak Sabtu lalu
Lebih lanjut, seperti yang diberitakan oleh Tribunnews.com, 'senjata batu' pemerintah tersebut sudah berada di Indonesia sejak Sabtu, (4/4/2020).
"Kemarin sudah datang Sabtu ke Indonesia," ujar Arya di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).
Arya mengatakan bahwa alat tersebut didatangkan setelah Menteri BUMN Erick Thohir melakukan negosiasi dengan produsen PCR di Roche, Swiss.
"Sekitar tiga minggu yang lalu Pak Erick negosiasi dengan salah satu produsen alat tes PCR di Eropa, Roche, untuk mendatangkan alat tersebut ke Indonesia," ucap Arya.
Dua alat yang dibeli Kementerian BUMN yang pertama adalah MagNa Pure 96 sebanyak dua buah dan ada 18 buah alat LightCycler PCR detector.
Arya menyebut dengan alat PCR tersebut dapat dilakukan 500 tes per hari.
Sehingga dalam sehari, diperkirakan 10 ribu tes mampu dilaksanakan.
"Sabtu lalu datang ke Indonesia, detailnya ada 2 buah MagNa Pure 96 ini automatic test RNA untuk ekstraktor. Ini dua buah ini dia bisa untuk tes RNA bisa seribu per hari. Lalu ada 18 buah, namanya LightCycler untuk detektor PCR ini kapasitasnya mencapai 500 tes per hari," ucap Arya.
"Maka dengan alat ini kalau sudah terinstal semua seharinya bisa 9-10 ribu hasil tes," tambah Arya.
Alat PCR ini disebut-sebut memiliki tingkat presisi yang lebih tinggi dalam pemeriksaan corona dibanding rapid test kit yang sebelumnya didatangkan oleh pemerintah.
Baca: Akan Dimulai 10 April 2020, Apa Saja Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Selama PSBB Jakarta?
Baca: Jangan Salah Pakai, Inilah Jenis Masker yang Disarankan untuk Digunakan saat Keluar Rumah
Baca: Batuk Seusai Mudik dari Jakarta, Penipu Ojol yang Tak Bayar Jasa Antar Purwokerto-Solo Dirawat di RS
(TRIBUNNEWSIKI/Magi, KOMPAS/Akhdi, TRIBUNNEWS/Fahdi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lawan Corona, BUMN Beli Alat PCR Berkapasitas hingga 10.000 Tes Per Hari"
dan di Tribunnews.com dengan judul "Pemerintah Datangkan Alat PCR dari Swiss, Mampu Tes Corona 10 Ribu per Hari"