TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masa depan penanganan pandemi corona semakin membaik.
Setelah sebelumnya mendatangkan alat rapid test corona, saat ini pemerintah telah mendatangkan 20 unit lab test Polymerase Chain Reaction (PCR).
Alat canggih yang didatangkan oleh BUMN dari Roche, Swiss tersebut kabarnya dapat melakukan hingga 300.000 tes per bulan.
Sehingga per harinya alat PCR tersebut dapat memeriksa sekitar 10 ribu tes seseorang terinfeksi virus corona atau tidak.
Seperti yang telah diberitakan, hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan update per Selasa (7/4/2020), jumlah kasus positif corona di Indonesia mencapai 2.738 orang.
Dari jumlah tersebut, 204 diantaranya dinyatakan telah sembuh.
Namun 221 orang lainnya dikabarkan telah meninggal dunia karena virus corona.
Baca: Update Corona: 302.209 Orang Dinyatakan Sembuh dari Total 1.431.973 Kasus di Dunia
Baca: PSBB Jakarta, Anies Baswedan Batasi Jam Operasional Transportasi Umum dan Penumpang Kendaraan
Dikutip dari Kompas.com, alat tersebut terdiri dari dua jenis.
Pemerintah mendatangkan dua unit Magna Pure 96 dan 18 unit jenis Light Cycler.
Alat tersebut didatangkan dari perusahaan farmasi Roche, Swiss.
Informasi tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga melalui teleconference dengan wartawan Rabu, (8/4/2020).
“Dengan (kedua alat) ini maka kita harapkan dalam tempo setiap hari ada tes dari 5.000 sampai 10.000 (per hari)," jelas Arya.
"Maka dalam sebulan kita akan mencapai hampir 300.000 orang yang sudah dites,” lanjut Arya.
Arya menambahkan, pendeteksi virus corona tersebut bisa mengeluarkan hasil tesnya dengan cepat.
“Kecepatan alat tesnya untuk mengetahui positif atau tidak juga sangat tinggi,” kata Arya.
Namun, Arya tak merinci berapa cepat alat tersebut bisa mengeluarkan hasil tes corona.
Arya berharap, dengan adanya alat tersebut bisa memudahkan masyarakat dalam pengetesan corona.
Alat tersebut akan dipasang di RS Pertamina Jaya, Jakarta.
“Dengan alat ini kita harapkan Indonesia akan semakin bisa mendata berapa banyak orang yang akan terkena corona, sehingga antisipasi kita untuk menghadapi corona akan semakin baik,” ucap Arya.
Baca: Sikap Pasrah Andi Darussalam Eks Manajer Timnas Indonesia yang Menyatakan Diri Positif Covid-19
Telah sampai di Indonesia sejak Sabtu lalu
Lebih lanjut, seperti yang diberitakan oleh Tribunnews.com, 'senjata batu' pemerintah tersebut sudah berada di Indonesia sejak Sabtu, (4/4/2020).
"Kemarin sudah datang Sabtu ke Indonesia," ujar Arya di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).
Arya mengatakan bahwa alat tersebut didatangkan setelah Menteri BUMN Erick Thohir melakukan negosiasi dengan produsen PCR di Roche, Swiss.
"Sekitar tiga minggu yang lalu Pak Erick negosiasi dengan salah satu produsen alat tes PCR di Eropa, Roche, untuk mendatangkan alat tersebut ke Indonesia," ucap Arya.
Dua alat yang dibeli Kementerian BUMN yang pertama adalah MagNa Pure 96 sebanyak dua buah dan ada 18 buah alat LightCycler PCR detector.
Arya menyebut dengan alat PCR tersebut dapat dilakukan 500 tes per hari.
Sehingga dalam sehari, diperkirakan 10 ribu tes mampu dilaksanakan.
"Sabtu lalu datang ke Indonesia, detailnya ada 2 buah MagNa Pure 96 ini automatic test RNA untuk ekstraktor. Ini dua buah ini dia bisa untuk tes RNA bisa seribu per hari. Lalu ada 18 buah, namanya LightCycler untuk detektor PCR ini kapasitasnya mencapai 500 tes per hari," ucap Arya.
"Maka dengan alat ini kalau sudah terinstal semua seharinya bisa 9-10 ribu hasil tes," tambah Arya.
Alat PCR ini disebut-sebut memiliki tingkat presisi yang lebih tinggi dalam pemeriksaan corona dibanding rapid test kit yang sebelumnya didatangkan oleh pemerintah.
Baca: Akan Dimulai 10 April 2020, Apa Saja Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Selama PSBB Jakarta?
Baca: Jangan Salah Pakai, Inilah Jenis Masker yang Disarankan untuk Digunakan saat Keluar Rumah
Baca: Batuk Seusai Mudik dari Jakarta, Penipu Ojol yang Tak Bayar Jasa Antar Purwokerto-Solo Dirawat di RS
(TRIBUNNEWSIKI/Magi, KOMPAS/Akhdi, TRIBUNNEWS/Fahdi)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lawan Corona, BUMN Beli Alat PCR Berkapasitas hingga 10.000 Tes Per Hari"
dan di Tribunnews.com dengan judul "Pemerintah Datangkan Alat PCR dari Swiss, Mampu Tes Corona 10 Ribu per Hari"