TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemerintah memutuskan untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) pada masyarakat.
BLT rencananya akan diberikan senilai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan bagi keluarga miskin.
Sehingga total bantuan yang akan diterima per keluarga adalah senilai Rp. 1,8 juta.
BLT akan didistribusikan pada seluruh warga, termasuk yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.
Namun, khusus warga miskin Jabodetabek, pemerintah akan memberikan paket sembako dengan nilai sama yaitu Rp. 600 ribu.
Bantuan tersebut merupakan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminimalisasi dampak pandemi virus corona Covid-19.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Ratu Matilda Naik Tahta sebagai Penguasa Perempuan Pertama di Inggris
Baca: 15 Panduan Menag soal Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di Saat Pandemi Covid-19: Tarawih di Rumah
Seperti yang diketahui saat ini Indonesia turut merasakan dampak dari adanya pandemi virus corona.
Tak hanya masalah kesehatan, pandemi virus corona juga mengancam perekonomian masyarakat.
Berdasarkan update per Selasa (7/4/2020), terdapat 2.738 orang yang dikonfirmasi positiif Covid-19 di Indonesia.
Dari angka tersebut, 221 pasien dikabarkan meninggal dunia.
Sementara 204 lainnya dinyatakan telah sembuh.
Pemerintah berikan BLT dan bantuan paket sembako untuk warga miskin dengan total Rp. 1,8 juta
Meminimalisasi dampak dari pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia, Presiden Joko Widodo memutuskan, pemerintah pusat akan memberikan bantuan langsung tunai ( BLT).
Seperti yang dikutip dari Kompas.com, BLT yang akan diberikan senilai Rp 600 ribu.
BLT tersebut akan diberikan per bulan selama tiga bulan bagi keluarga miskin.
Warga yang mendapatkan BLT adalah mereka yang berdomisili di luar Jabodetabek.
Sementara di Jabodetabek, saat pandemi Covid-19, warga miskin akan mendapatkan sembako dengan nilai sama, yakni Rp 600.000 per bulan.
Dengan demikian, tiap keluarga miskin akan mendapatkan BLT maupun paket sembako senilar Rp. 1,8 juta.
Keputusan pemberian BLT dan paket sembako tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Juliari Batubara usai rapat dengan Presiden, Selasa (7/4/2020).
"Presiden menyetujui usulan kami untuk memberikan bantuan langsung tunai atau disingkat BLT selama tiga bulan, dengan indeks juga Rp 600.000 per keluarga," kata Juliari.
Baca: Fakta Mengejutkan, 70 Persen Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Muncul dari Orang Tanpa Gejala
Syarat warga yang akan mendapatkan BLT
Juliari menyebutkan, BLT dan paket sembako ini akan diberikan kepada seluruh keluarga yang tercatat dalam data terpadu kementerian Sosial (Kemensos).
Namun syaratnya, keluarga tersebut belum menerima bantuan sosial atau bansos lain.
Bansos tersebut diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-tunai, maupun Kartu Pra-Kerja.
Selain mengandalkan data Kemensos, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
"Nanti kami juga minta data tambahan dari pemda," kata Juliari.
Juliari menyebutkan, BLT akan mulai disalurkan bulan ini (April 2020).
Juliari menambahkan, berdasarkan dari data Kemensos, jumlah keluarga yang berhak mendapatkan BLT saat wabah Covid-19 kurang dari 9 juta.
Disisi lain Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebutkan, setidaknya ada 9 juta keluarga yang akan mendapatkan BLT tersebut.
"Di luar Jabodetabek ada 9 juta keluarga, tapi masih harus dibersihkan datanya," kata dia.
Baca: Sesak Napas Jadi Gejala Covid-19, Namun Juga Bisa Pertanda Penyakit Lain, Segera Lakukan Hal Ini
Baca: Terungkap Pelaku Pembakar Transgender Mira Masih Berusia Remaja: Hobi Tawuran dan Mabuk Lem
Baca: Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini Selasa 7 April 2020, Leo Perbanyak Makan Sayur dan Buah
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Ihsanuddin)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga Miskin di Jabodetabek Dapat Paket Sembako, Bukan BLT"