Menteri Luhut Sebut Covid-19 Tak Kuat Bertahan di Cuaca Panas Indonesia, Ini Bantahan Ahli dan WHO

Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Covid-19 tak kuat bertahan di cuaca Indonesia yang cenderung panas, namun hal tersebut dibantah Ahli dan WHO.


zoom-inlihat foto
luhu8787.jpg
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan.


"Virus corona penyebab Covid-19 dapat menyebar di setiap wilayah dan lokasi geografis."

"Sehingga upaya utama yang perlu dilakukan adalah test, trace, treat, isolate dan adaptasi perilaku pencegahan dengan mengesampingkan faktor cuaca dan geografis," kata Dicky.

panas
panas (Her.ie)

Penjelasan WHO soal Cuaca dan Covid-19

Penjelasan dari WHO seperti dikutip dari web resmi sejauh ini menyebutkan bahwa berjemur di bawah sinar matahari atau ke suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat celcius tidak mencegah penyakit Covid-19.

"Anda masih dapat terkena Covid-19 tidak peduli seberapa cerah atau panas cuacanya."

"Negara-negara dengan cuaca panas telah melaporkan kasus Covid-19."

"Untuk melindungi diri Anda, pastikan Anda sering membersihkan tangan dan teliti serta menghindari menyentuh mata, mulut, dan hidung Anda," bunyi pernyataan WHO.

Baca: Peneliti Hong Kong Ungkap Ketahanan Virus Corona di Berbagai Benda, Bisa Hidup 7 Hari di Masker

Baca: Waspada! Meski Tak Keluar Rumah,Ternyata Virus Corona Tetap Bisa Dibawa ke Rumah Lewat 3 Hal Ini

(Kompas.com/Rizal Setyo Nugroho)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Farid)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Epidemiolog: Cuaca dan Geografis Indonesia Tak Signifikan Hambat Penyebaran Corona"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved