Pada 21 Maret, pasien laki-laki berusia 77 tahun juga dinyatakan meninggal.
Baca: Google Akan Publikasikan Lokasi Pengguna di Seluruh Dunia untuk Pantau Social Distancing Covid-19
Baca: 12 Hal yang Sering Dilamunin Zodiak Saat Nggak Ada Kegiatan, Capricorn Berpikir Jika Banyak Duit
Pasien laki-laki berusia 22 tahun meninggal pada 25 Maret.
Selang beberapa hari, pasien laki-laki berusia 65 tahun juga meninggal.
Pada 29 Maret, pasien laki-laki berusia 70 tahun meninggal.
Dan pasien laki-laki berusia 62 tahun meninggal pada 31 Maret.
Pada 1 April, tujuh pasien dinyatakan meninggal.
Lima pasien laki-laki berusia 65 tahun, 69 tahun, 45 tahun, 56 tahun, dan 43 tahun, serta dua pasien perempuan berusia 67 tahun dan 72 tahun.
Baca: Puncak Kuda Sembrani
Baca: Wedang Uwuh
Sehari setelahnya, dua pasien laki-laki berusia 64 tahun dan 73 tahun juga dinyatakan meninggal.
Ganjar menambahkan, terdapat satu pasien yang meninggal pada 2 April.
Tapi, pasien itu masih berstatus pasien dalam pengawasan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
"Tapi kemungkinan besar positif, kita curiga aja," kata Ganjar.
Baca: Ducati Bakal Tolak Jorge Lorenzo Seandainya Minta Kembali untuk MotoGP 2021
Baca: Kirim Pesan WhatsApp ke PLN untuk Token Listrik Belum Direspon, Klaim Baru Dilakukan Mulai 6 April
Hingga Jumat (3/4/2020) sebanyak 114 kasus positif virus corona baru atau Covid-19 tercatat di Jawa Tengah.
Sebanyak 85 pasien masih dalam perawatan, 11 pasien sembuh, dan 18 pasien meninggal.
Sebagian besar pasien meninggal berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan.
Dari 18 pasien meninggal, empat orang berusia di bawah 50 tahun.
(TribunnewsWiki.com/SO/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "11 Pasien Positif Corona Meninggal di Jateng pada 3 April, Ini Penjelasan Ganjar"