Google Akan Publikasikan Lokasi Pengguna di Seluruh Dunia untuk Pantau Social Distancing Covid-19

Dalam upaya membantu pemerintah mengelola penyebaran virus corona, Google akan unggah lokasi pengguna di seluruh dunia.


zoom-inlihat foto
google12.jpg
TRIBUNNEWS/HO
Dalam upaya membantu pemerintah mengelola penyebaran virus corona, Google akan unggah lokasi pengguna di seluruh dunia. Foto: Dari kiri ke kanan Head of Media Relation Toyota Astra Motor Dimas Ibrahim Aska, Industry Head Google Indonesia Amalia Fahmi, dan Industry Analyst Google Indonesia Abraham Hutagalung berbincang dalam acara Press Briefing Automotive Insights 2017 Google Indonesia di Jakarta, Selasa (11/4/2017). (TRIBUNNEWS/HO)


Dalam upaya membantu pemerintah mengelola penyebaran virus corona, Google akan unggah lokasi pengguna di seluruh dunia.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Raksasa perusahaan teknologi, Google mengatakan akan mempublikasikan data lokasi pengguna di seluruh dunia untuk membantu mengelola penyebaran virus corona.

Kebijakan ini dilakukan untuk membantu pemerintah mengukur keefektifan jarak social distancing dalam rangka membendung pandemi virus corona atau Covid-19.

Google nantinya akan menyediakan laporan pengguna yang berisi peta tren pergerakan pengguna berdasarkan waktu dan wilayah di 131 negara.

Tren tersebut akan memperlihatkan "peningkatan atau penurunan persentase poin (seorang pengguna) dalam kunjungannya" ke lokasi seperti taman, toko, rumah, kantor, dan tempat-tempat lainnya.

Baca: Update Virus Corona di Kota Solo, 1 Pasien Dinyatakan Positif, Status PDP Bertambah 7 Orang

Penduduk, yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19, mempraktikkan social distancing ketika mereka menunggu untuk diuji di pusat pengujian cepat sementara dekat rumah sakit Bach Mai di Hanoi pada 31 Maret 2020.
Penduduk, yang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona COVID-19, mempraktikkan social distancing ketika mereka menunggu untuk diuji di pusat pengujian cepat sementara dekat rumah sakit Bach Mai di Hanoi pada 31 Maret 2020. (VATSYAYANA / AFP)

Namun tren tersebut bukanlah "jumlah total kunjungan" kata Jen Fitzpatrick, pimpinan Google Maps dan Kepala Petugas Kesehatan Perusahaan, Karen DeSalvo dalam postingan di salah satu blog Google, dilansir AFP, Jumat (3/4/2020).

Sebagai contoh, di Prancis, data menunjukkan bahwa kunjungan penggung Google ke restoran, kafe, pusat perbelanjaan, museum atau taman hiburan anjlok 88 persen dari tingkat normalnya.

Pada awal sebelum pandemi covid-19, kunjungan pengguna google ke pusat perbelanjaan di Prancis melonjak 40 persen, sebelum kemudian jatuh turun sebesar 72 persen.

Baca: Tahun Ini Ekonomi Malaysia Diperkirakan Bakal Anjlok ke Level Terendah Akibat Sebaran Virus Corona

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Kompas)

Sementara itu, kunjungan pengguna Google ke kantor jauh lebih kecil tingkat penurunannya yaitu sebesar 56 persen.

"Kami berharap laporan ini dapat membantu mendukung keputusan (pemerintah) untuk mengatasi pandemi Covid-19," kata pihak eksekutif Google.

"Informasi ini dapat membantu pejabat pemerintahan memahami perubahan dalam kunjungan pengguna, yang kemudian dapat membuat rekomendasi jam kerja (kantor) ataupun menginformasikan terkait aturan layanan pengiriman," tambahnya.

Baca: Masa Depan 12 Ribu Klub dan Jutaan Pesepak bola di Italia Terancam Akibat Pandemi Virus Corona

ilustrasi
ilustrasi (kolase tribunkjabar/pixabay.com)




Halaman
12
Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved